- Heri
Indonesia Perkuat Genetik Sawit Nasional, Plasma Nutfah Asal Tanzania Resmi Dilepas di Sumut
“Setiap pemasukan bahan hayati ke Indonesia, termasuk sumber daya genetik seperti benih kelapa sawit asal Tanzania, diawasi secara ketat untuk memastikan tidak membawa risiko yang dapat mengganggu ekosistem di Indonesia,” kata Aprida.
Ia menjelaskan, sebelum diizinkan masuk oleh Menteri Pertanian, benih tersebut telah melalui analisis risiko organisme pengganggu tumbuhan secara komprehensif. Setelah itu, dilakukan serangkaian tindakan karantina mulai dari pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, hingga pembebasan.
“Seluruh proses panjang ini merupakan penerapan prinsip kehati-hatian yang menjadi landasan utama karantina, guna mencegah masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina,” ujarnya.
Direktur Utama BPDP yang diwakili Direktorat Penyaluran Dana, Mohammad Alfansyah, menegaskan komitmen BPDP dalam mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit melalui berbagai riset strategis.
“BPDP memiliki komitmen dalam mendukung riset inisiatif strategis. Dukungan pendanaan merupakan bagian dari upaya penguatan industri sawit,” ucapnya.
Sebagai tuan rumah, General Manager PT Socfin Indonesia, Erikson Ginting, menyatakan kebanggaannya dapat terlibat dalam pelepasan sumber daya genetik tersebut.
“SDG ini akan memberikan manfaat yang nyata dan pendongkrak baru berdaya saing. Socfin selalu siap menjadi bagian dari penguatan industri sawit,” pungkas Erikson.
Kegiatan ini dihadiri jajaran GAPKI, BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Badan Karantina Indonesia, Duta Besar Tanzania untuk Indonesia Macocha Moshe Tembele, Balai Besar Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Sumatera Utara, serta 14 perusahaan mitra konsorsium plasma nutfah kelapa sawit Indonesia.
Melalui pelepasan ini, Indonesia diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin global dalam industri kelapa sawit berbasis inovasi dan keberlanjutan.