- tim tvOne/ tim tvOne
Kelas Menulis 2026 Usung Storytelling Kreatif Berbasis Riset Sejarah
Medan, tvOnenews.com – Komunitas Medan Heritage bekerja sama dengan Program Studi S1 Ilmu SejarahFakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (USU), Kawan Kesawan, dan Museum Perkebunan Indonesia sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Kelas Menulis 2026: Storytelling Kreatif Berbasis Riset Sejarah".
Kegiatan kolaboratif ini dirancang khusus untuk menjembatani dunia akademik dengan praktik kreatif luar kampus.
"Kegiatan ini merupakan kali pertama digelar Medan Heritage dan diharapkan menjadi pemantik kolaborasi serupa di kampus lain," kata Rizky Syahfitri Nasution, Founder Medan Heritage dan pemateri Kelas Menulis.
Rangkaian kegiatan edukatif ini dilaksanakan dalam dua sesi intensif guna memberikan pemahaman teoretis sekaligus pengalaman praktis kepada peserta. Sesi pertama dimulai dengan pembelajaran daring melalui platform Zoom Meeting pada tanggal 18 Mei 2026.
Sementara itu, sesi kedua dilanjutkan dengan aksi nyata berupa kegiatan walking tour sekaligus riset sejarah secara langsung di kawasan bersejarah Kesawan pada tanggal 23 Mei 2026.
Pada sesi pertama yang berlangsung secara daring, peserta disuguhkan materi mendalam mengenai konsep riset kreatif dan teknik storytelling berbasis riset sejarah. Materi ini dipandu
langsung oleh Dewanty Ajeng Wirandita (Dita), selaku perwakilan dari Kepala Divisi Riset Medan Heritage. Dita memaparkan bagaimana data sejarah yang kaku dapat diolah menjadi narasi yang mengalir dan memikat publik.
"Peserta sangat aktif, mindful, dan interaktif, serta memberikan pertanyaan dan opini kritis selama sesi berlangsung," kata Dewanty Ajeng Wirandita, Kepala Divisi Riset Medan Heritage.
Melengkapi sesi teori, pemateri kedua menghadirkan sejarawan nasional sekaligus pendiri Komunitas Historia Indonesia, Asep Kambali. Pembahasan membedah materi krusial mengenai pemanfaatan Arsip Digital di era modern, serta memberikan motivasi besar mengenai peran generasi muda dalam merawat memori kolektif bangsa.
"Sejarah itu bukan tentang masa lampau saja. Tapi, kita juga berhak menciptakan sejarah bagi diri kita. Apalagi kalian yang memang punya pergerakan dalam memori kolektif bangsa," ujar Asep Kambali, selaku sejarawan dan pendiri Komunitas Historia Indonesia.
Memasuki sesi kedua, mahasiswa ditantang untuk turun langsung ke lapangan guna mengeksplorasi fenomena sosial-historis di kawasan Pajak Ikan, yang kini dikenal luas sebagai pusat bisnis tekstil legendaris di Kota Medan.