- tvOnenews/Syaren
6 Bulan Pasca Bencana, Begini Progres Pengendalian Banjir di Tukka Tapteng
tvOnenews.com - Enam bulan pasca bencana melanda Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara (Sumut), pada 25 November 2025, hingga saat ini upaya pengendalian banjir masih terus dikebut.
Ada tiga paket pekerjaan utama, yakni pengendalian banjir Sungai Tukka, pembangunan Sabo Dam di hulu Sungai Tukka, dan di Sungai Sigala-gala.
Namun, progres pengerjaan masing-masing paket disebut baru mencapai sekitar 10 persen. Pekerjaan yang sedang berlangsung meliputi penggalian pondasi, pembangunan retaining wall, hingga pengerjaan awal sabo dam di kawasan hulu Sungai Tukka dan Sungai Sigala-gala.
Kondisi cuaca menjadi faktor yang cukup mempengaruhi percepatan pekerjaan di lapangan. Tingginya intensitas hujan dan banjir membuat sejumlah pekerjaan belum bisa dilakukan secara maksimal.
“Yang bisa kita kerjakan saat ini penggalian pondasi dan perakitan barang pabrikasi. Tidak ada kendala berarti, hanya saja situasi banjir saat curah hujan tinggi. Kita tidak bisa melawan alam. Saat cuaca bagus seperti sekarang ini, pengerjaan langsung kita kebut,” kata Antoni Siahaan PPK SNPT PJSA Balai Besar Wilayah Sungai Sumatra 2 Kementerian PU, didampingi Firman Zalukhu Operasional Layanan UPTD PUPR Sibolga dan Hadi Site Operation Manager Wijaya Karya.
Ia mengatakan, pembangunan pengendalian banjir tersebut telah dirancang berdasarkan debit banjir tahunan Q25. Namun, kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini disebut telah melampaui perhitungan normal.
“Kita memiliki desain rencana di Q25 banjir tahunannya. Kalau seperti banjir baru-baru ini sampai Q100, kembali lagi itu faktor alam yang tidak bisa kita lawan,” ujar Antoni Siahaan.
Meski demikian, pihak pelaksana tetap optimistis proyek tersebut nantinya mampu mengurangi dampak banjir di wilayah Tukka. Bahkan, hasil sementara dari pekerjaan yang sudah dilakukan mulai terlihat saat terjadi banjir beberapa waktu lalu.
"Mudah-mudahan dengan pekerjaan yang sebelumnya dilakukan sudah mulai terlihat hasilnya. Beberapa kali banjir, paling hanya satu dua rumah yang masuk air dan sedimen juga sudah tidak masuk lagi," ungkap Antoni.
Masyarakat juga diharapkan dapat terus mendukung proses pengerjaan proyek tersebut agar penanganan banjir dapat berjalan maksimal dan selesai tepat waktu.
"Tetap optimis dan tentu butuh dukungan dari warga. Sesuai target dari Menteri, pekerjaan ditargetkan selesai Oktober, sedangkan finishing sesuai kontrak berakhir Desember 2026," pungkasnya.(chm)