news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kasum TNI Richard Taruli Horja Tampubolon meninjau 25 kontainer berisi LTJ dan unsur radioaktif ilegal di TB Capricorn 106, Dermaga Mako Koarmada IV Batam, Selasa (26/05/2026)..
Sumber :
  • Alboin

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 390 Ton LTJ dan Unsur Radioaktif Ilegal di Kepri

Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Taruli H. Tampubolon bersama rombongan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) meninjau kapal tangkapan TB Capricorn 106/TK Capricorn 92.210 di Dermaga Mako Kodaeral IV Batam, Selasa (26/5/2026).
Kamis, 28 Mei 2026 - 15:58 WIB
Reporter:
Editor :

Batam, tvOnenews.com - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Taruli H. Tampubolon bersama rombongan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) meninjau kapal tangkapan TB Capricorn 106/TK Capricorn 92.210 di Dermaga Mako Kodaeral IV Batam, Selasa (26/5/2026).

Peninjauan dilakukan terkait penggagalan penyelundupan 390 ton mineral dan batu bara (minerba) yang mengandung Logam Tanah Jarang (LTJ) dan unsur radioaktif ilegal oleh patroli laut jajaran Koarmada RI di wilayah perairan Kepulauan Riau.

Dalam kunjungan tersebut, Kasum TNI didampingi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI Febrie Adriansyah, Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata, serta sejumlah pejabat Kemenko Polkam RI dan Pangkoarmada I.

Kegiatan itu dilakukan untuk meninjau sekaligus mendalami hasil penyelidikan dugaan penyelundupan minerba yang sebelumnya berhasil digagalkan jajaran Koarmada RI melalui KRI Kujang-642 BKO Guskamla Koarmada I pada Minggu (17/5/2026).

Dari hasil pendalaman, ditemukan dugaan pelanggaran kepabeanan dan tata niaga ekspor minerba yang berpotensi merugikan negara serta mengancam kedaulatan pengelolaan sumber daya alam nasional.

Pada kesempatan tersebut, Dankodaeral IV Laksda TNI Berkat Widjanarko memaparkan hasil pengungkapan kasus di ruang VIP Bandara Hang Nadim Batam, termasuk perkembangan proses pemeriksaan yang masih terus berlangsung.

Usai menerima paparan, Kasum TNI bersama rombongan langsung meninjau kapal tangkapan beserta 25 kontainer barang bukti di Dermaga Kodaeral IV.

Berdasarkan hasil uji laboratorium di PT Timah Kundur, Tanjung Balai Karimun, terhadap sampel ilminite dari 15 kontainer, ditemukan kandungan Titanium Oksida. Selain itu, terdapat kandungan LTJ dan unsur radioaktif untuk bahan baku nuklir, yakni Zirconium Oxide, Thorium Oxide, Neodymium Oxide, Triuranium Oktasida, Triuranium Oktosida, dan Serium Oksida.

Nilai barang hasil tangkapan tersebut ditaksir mencapai triliunan rupiah.

Kegiatan ini disebut menjadi bentuk sinergi lintas instansi dalam mendukung penegakan hukum, pengamanan sumber daya strategis nasional, serta pencegahan aktivitas ilegal yang berpotensi merugikan negara dan membahayakan lingkungan.

Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata menegaskan keberhasilan tersebut merupakan bukti kesiapsiagaan prajurit TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan mengamankan kekayaan alam Indonesia.

Sementara itu, Dankodaeral IV Laksda TNI Berkat Widjanarko menegaskan TNI AL akan terus memperkuat pengawasan wilayah laut Indonesia, khususnya terhadap aktivitas ilegal terkait penyelundupan minerba.

“Penggagalan ini merupakan bentuk komitmen TNI AL melaksanakan perintah Presiden RI dan Panglima TNI bersama seluruh instansi terkait dalam menjaga kedaulatan negara dan melindungi sumber daya alam strategis nasional dari aktivitas ilegal yang dapat merugikan bangsa dan negara. Kodaeral IV akan terus meningkatkan sinergi serta pengawasan di wilayah perairan strategis Indonesia,” tegas Berkat Widjanarko. (ahs/nof)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:20
02:44
01:15
01:30
01:23
00:58

Viral