news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Warga Desa Gongsol dan mahasiswa usai bergotong royong..
Sumber :
  • Istimewa

Mengotori Tangan, Merawat Masa Depan: Edukasi Lingkungan di Desa Gongsol

Semangat itu hadir di Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, melalui kegiatan TANDU OSOJI yang diinisiasi HMJ IKO FISIP UMSU bersama Tangan Edukasi Indonesia. Desa yang terbagi ke dalam empat dusun ini memiliki kehidupan yang khas. Di siang hari, suasana desa dipenuhi riuh anak-anak karena sebagian besar orang tua bekerja di ladang sebagai petani.
Senin, 1 Juni 2026 - 15:32 WIB
Reporter:
Editor :

Karo, tvOnenews.com - Pernahkah kita bosan mendengar kata “gotong royong” atau seruan menjaga kebersihan yang kerap berakhir sebagai slogan semata? Di tengah jenuhnya edukasi lingkungan yang sering kali hanya berhenti di dalam ruang kelas, sekelompok mahasiswa memilih jalan lain: turun langsung ke lapangan, mengotori tangan, dan mengubah cara pandang masyarakat dari akar rumput.

Semangat itu hadir di Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, melalui kegiatan TANDU OSOJI yang diinisiasi HMJ IKO FISIP UMSU bersama Tangan Edukasi Indonesia. Desa yang terbagi ke dalam empat dusun ini memiliki kehidupan yang khas. Di siang hari, suasana desa dipenuhi riuh anak-anak karena sebagian besar orang tua bekerja di ladang sebagai petani.

Kondisi tersebut menjadikan anak-anak sebagai generasi yang membutuhkan ruang belajar sekaligus pendampingan positif agar tumbuh dengan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak belajar menjaga kebersihan lingkungan dengan cara yang menyenangkan. Program ini mengadaptasi budaya osoji dari Jepang yang menanamkan tanggung jawab terhadap kebersihan, lalu dipadukan dengan kegiatan plogging atau berjalan santai sambil memungut sampah.

Tidak hanya mengumpulkan sampah, anak-anak juga belajar memilah sampah organik dan anorganik agar memahami bahwa sebagian sampah masih dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali.

“Kalau sekadar gotong royong mungkin sudah biasa. Tapi lewat kegiatan ini, anak-anak jadi belajar langsung bagaimana memilah sampah dan memahami mana yang masih bisa dimanfaatkan kembali,” ujar salah satu peserta kegiatan.

Di lapangan, mahasiswa dan relawan membaur bersama anak-anak serta pemuda desa dalam suasana belajar yang santai dan menyenangkan. Selain menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan bagi anak-anak desa melalui permainan, belajar bersama, dan aktivitas kreatif.

Perlahan, tumbuh kesadaran baru bahwa sampah bukan hanya sesuatu yang harus dibuang, melainkan sesuatu yang perlu dipahami dan dikelola dengan benar agar tidak merusak lingkungan sekitar.

Pada akhirnya, kegiatan di Desa Gongsol ini bukan hanya tentang membersihkan lingkungan. Lebih dari itu, kegiatan ini menanamkan kebiasaan baru bahwa menjaga bumi dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan bersama-sama.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:57
01:20
01:08
07:06
01:21
01:13

Viral