news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pengrajin Gerabah di Banyuasin..
Sumber :
  • Andi Salani

Penguatan Dolar Tekan Pengrajin Gerabah Banyuasin, Biaya Produksi Kian Membengkak

Salah satu pengrajin gerabah yang merasakan dampak tersebut adalah Dedi, warga Kelurahan Tanah Mas Indah, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Saat ditemui di lokasi usahanya, Senin (8/6/2026), Dedi mengaku biaya produksi terus mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.
Senin, 8 Juni 2026 - 15:01 WIB
Reporter:
Editor :

Banyuasin, tvOnenews.com - Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah mulai berdampak pada pelaku usaha kecil di daerah, termasuk para pengrajin gerabah di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Kenaikan harga berbagai kebutuhan produksi membuat para pengrajin harus memutar otak agar usaha mereka tetap bertahan.

Salah satu pengrajin gerabah yang merasakan dampak tersebut adalah Dedi, warga Kelurahan Tanah Mas Indah, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Saat ditemui di lokasi usahanya, Senin (8/6/2026), Dedi mengaku biaya produksi terus mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, kenaikan harga bahan baku dan kebutuhan penunjang produksi seperti tanah liat, kayu bakar untuk proses pembakaran, hingga biaya transportasi membuat beban usaha semakin berat. Kondisi tersebut memaksanya menaikkan harga jual produk gerabah yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya.

“Kalau harga tidak dinaikkan, kami rugi. Semua kebutuhan produksi naik, mulai dari bahan baku sampai kayu untuk pembakaran,” ungkap Dedi.

Namun, keputusan menaikkan harga jual justru memunculkan persoalan baru. Daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih membuat permintaan gerabah mengalami penurunan sehingga omzet para pengrajin ikut terdampak.

Dedi mengatakan, sebelumnya dirinya mampu menjual puluhan hingga ratusan produk gerabah berbagai ukuran dalam satu bulan. Namun kini jumlah pesanan mulai berkurang karena konsumen lebih selektif dalam berbelanja.

“Konsumen banyak yang mengurangi pembelian karena harga naik. Pemasaran jadi lebih sulit dibandingkan sebelumnya,” katanya.

Kondisi serupa juga dirasakan sejumlah pengrajin gerabah lainnya di wilayah Banyuasin. Mereka berharap adanya perhatian dari pemerintah melalui bantuan modal usaha, subsidi bahan baku, maupun program pemasaran agar produk kerajinan lokal tetap mampu bersaing di tengah tekanan ekonomi.

Meski menghadapi berbagai tantangan, para pengrajin gerabah tetap berupaya mempertahankan usahanya. Mereka terus berinovasi dalam desain dan kualitas produk agar tetap diminati pasar sekaligus menjadi salah satu ikon kerajinan tradisional yang membanggakan Kabupaten Banyuasin.

“Kami berharap kondisi ekonomi segera membaik sehingga harga bahan baku kembali stabil dan penjualan gerabah bisa meningkat seperti dulu,” tutup Dedi. (asi/nof)

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:25
00:57
09:29
05:05
02:16
00:51

Viral