news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Armina Dewi Siagian saat menyaksikan proses ekshumasi putra sulungnya..
Sumber :
  • tim tvOne/tim tvOne

Mencari Keadilan untuk Steven Arya Sitorus, Jasad Putra Sulung Armina Dewi Siagian Ini Harus Diekshumasi

Harapan seorang ibu Armina Dewi Siagian pupus di tepi Sungai Tangkahan. Armina melepas Steven Arya Sitorus menuntut ilmu setinggi-tingginya. Yang pulang justru
Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:04 WIB
Reporter:
Editor :

Toba, tvOnenews.com - Harapan seorang ibu Armina Dewi Siagian pupus di tepi Sungai Tangkahan. Armina melepas Steven Arya Sitorus menuntut ilmu setinggi-tingginya. Yang pulang justru kabar duka, putra pertamanya nya hilang saat mandi di sungai wisata Tangkahan, Kabupaten Langkat, Minggu 31 Mei 2026 lalu.

Sabtu 13 Juni 2026, isak tangis kembali pecah di Dusun Adian Bolon, Toba Sumatera Utara. Makam Steven digali ulang. Proses ekshumasi digelar untuk membongkar kebenaran di balik kematian yang sejak awal merobek hati keluarga.

Armina masih ingat detik-detik menerima telepon dari teman Steven. Suaranya terbata, tangannya gemetar saat menceritakan ulang di sela prosesi penggalian makam.

"Sekitar jam 6 sore kurang lebih saya dihubungi temannya kalau Steven Arya Sitorus tidak ditemukan bersama mereka saat mandi di sungai wisata Tangkahan," ucapnya, menatap nisan yang baru dibongkar.

Jenazah Steven dievakuasi Senin 1 Juni 2026. Sejak melihat kondisi tubuh anaknya untuk terakhir kali, kecurigaan keluarga Siagian tak pernah padam. Luka-luka yang ada dinilai janggal untuk kasus "hanyut biasa". Secara fisik mata, tempurung kepala retak, hidung dan mulut berdarah, luka lembam di leher kiri, lecet di kedua tangan, lebam di punggung, pergelangan tangan, hingga kedua kaki Steven Arya Sitorus.

"Kami meminta keadilan melalui ekshumasi dan otopsi ulang agar mendapatkan kejelasan, karena kondisi luka-luka pada jenazah tidak sesuai dengan dugaan hanyut biasa," tegas keluarga besar Siagian yang mengitari liang lahat.

Sejak awal keluarga telah melaporkan peristiwa ini ke Polsek Padang Tualang dengan LP/B/103/VI/2026/SPKT/Polsek PD Tualang/Polres Langkat/Polda Sumut. Dugaan mereka mengarah pada tindak pidana. Ekshumasi ini diharapkan menjadi kunci jenazah Steven untuk pemeriksaan forensik mendalam.

"Perjalanan Steven mungkin sudah berakhir, tetapi kami tetap berjuang untuk mendapatkan keadilan melalui hasil forensik ini," ujar perwakilan keluarga dengan suara tegas di tengah kerumunan warga yang sejak siang hingga sore mengawal proses.

Suasana Dusun Adian Bolon terasa berat sepanjang siang. Warga, kerabat, dan keluarga bergantian mengabadikan dengan ponsel untuk menyampaikan ke dunia maya, berharap forensik bisa menjawab pertanyaan yang menggantung apa yang sebenarnya terjadi pada Steven di Sungai Tangkahan?

Sementara itu di lokasi, petugas Polsek Padang Tualang memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media. Kanit Reskrim Ipda Juanda mengarahkan konfirmasi ke Humas Polres Langkat. Kapolsek Padang Tualang pun tidak terlihat hadir dan terkesan menghindar saat ditanya kronologi awal kejadian.

Ketiadaan keterangan resmi membuat ruang tanya keluarga dan publik semakin lebar. Mereka hanya ingin satu hal kepastian.

Untuk Armina Dewi Siagian, ekshumasi ini bukan sekadar membongkar tanah. Ini upaya terakhir seorang ibu memeluk anaknya, kali ini dengan kebenaran. Air matanya jatuh di Dusun Adian Bolon, mengundang empati publik yang terus mengawal kasus Steven hingga tuntas. (Tim tvOne/wna)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
05:02
16:09
01:12
01:57
03:26

Viral