news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ismed, seorang penyintas banjir warga Desa Kuta Teungoh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh. ANTARA/Teuku Dedi Iskandar..
Sumber :
  • Antara

110 Keluarga Korban Banjir Nagan Raya Tagih Realisasi Dana Huntara Mandiri dari BNPB

Sebanyak 110 kepala keluarga (KK) korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, masih menunggu kejelasan pembayaran ganti rugi pembangunan hunian sementara (huntara) mandiri yang sebelumnya telah mereka bangun secara swadaya pascabencana.
Selasa, 23 Juni 2026 - 16:49 WIB
Reporter:
Editor :

Nagan Raya, tvOnenews.com - Sebanyak 110 kepala keluarga (KK) korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, masih menunggu kejelasan pembayaran ganti rugi pembangunan hunian sementara (huntara) mandiri yang sebelumnya telah mereka bangun secara swadaya pascabencana.

Keluhan tersebut disampaikan para penyintas karena hingga kini bantuan yang dijanjikan pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum juga terealisasi.

Pada Senin (23/6/2026), salah seorang penyintas banjir asal Desa Kuta Teungoh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Ismed, mengatakan masyarakat mempertanyakan kepastian pencairan dana bantuan yang sebelumnya dijanjikan kepada warga yang membangun huntara secara mandiri.

Menurutnya, saat ini terdapat dua jenis huntara di wilayah tersebut, yakni huntara yang dibangun pemerintah dan huntara yang dibangun sendiri oleh warga.

“Kami sedih sekali. Ada huntara yang dibuat oleh pemerintah, ada huntara yang menetap (mandiri). Huntara menetap ini dibuat sendiri. Dibilangnya bayar, tapi hari ini tidak dibayar,” kata Ismed.

Ia menjelaskan, pada awalnya warga mendapat informasi bahwa pemerintah akan memberikan bantuan dana yang besarannya disesuaikan dengan kondisi fisik huntara mandiri yang telah dibangun masing-masing keluarga.

Namun hingga saat ini, kata dia, belum ada satu pun warga yang menerima pembayaran tersebut.

Ismed memperkirakan terdapat lebih dari 100 unit huntara mandiri di wilayah Beutong Ateuh Banggalang yang mengalami kondisi serupa.

Warga, lanjutnya, telah berulang kali mempertanyakan persoalan tersebut kepada perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat kecamatan. Namun, jawaban yang diterima dinilai belum memberikan kepastian.

“Kami sudah sampaikan kepada perwakilan BPBD di kecamatan. Kami tanya kapan? Jawabannya ‘sebentar lagi, sebentar lagi’. Cuma hari ini belum ada uangnya untuk rakyat,” ujarnya.

Ia menegaskan tuntutan warga bukanlah meminta bantuan baru, melainkan meminta kepastian atas janji yang sebelumnya telah disampaikan kepada korban bencana.

“Permintaan kami, kalau dibayar bilang bayar, kalau enggak, kami enggak paksa juga. Kami cuma minta ketegasan dari pemerintah,” katanya.

Saat ini, warga terdampak bencana telah menempati huntara sementara. Meski demikian, mereka masih menunggu realisasi bantuan pemerintah terkait pembangunan huntara mandiri yang telah lebih dulu mereka dirikan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

15:03
01:27
01:19
06:15
01:21
02:23

Viral