news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman Haji Uma saat mengunjungi warga korban TPPO di Kamboja yang baru tiba di Aceh, di Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (4/7/2026)..
Sumber :
  • tim tvOne/Antara

Anggota DPD RI Bantu Pulangkan Warga Aceh Korban Perdagangan Orang di Kamboja

Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman Haji Uma memfasilitasi pemulangan seorang warga Aceh bernama Muhammad Rizki (26) asal Blang Pulo, Lhokseumawe, yang menjadi ko
Sabtu, 4 Juli 2026 - 20:24 WIB
Reporter:
Editor :

Banda Aceh, tvOnenews.com - Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman Haji Uma memfasilitasi pemulangan seorang warga Aceh bernama Muhammad Rizki (26) asal Blang Pulo, Lhokseumawe, yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja.

"Korban diketahui telah telantar selama enam bulan setelah menjadi korban penipuan berkedok tawaran pekerjaan di Kamboja," kata Sudirman Haji Uma di Banda Aceh, Sabtu (4/7/2026).

Setelah tiba di tanah air pada Kamis (2/7) melalui Bandara Kualanamu Medan, Sumatera Utara, korban sudah diantar dan tiba di rumah orang tuanya di Desa Blang Pulo, Kota Lhokseumawe, Aceh.

Haji Uma mengatakan peristiwa ini pertama kali diketahui setelah menerima surat dari orang tua korban sehingga difasilitasi hingga proses pemulangannya.

"Ini untuk yang kesekian kalinya persoalan tentang human trafficking. Bisa dikatakan penjualan manusia juga, terkait penipuan pekerjaan online scam yang ada di Kamboja," ujarnya.

Ia menyampaikan kasus yang dialami Muhammad Rizki merupakan salah satu dari sekian banyak praktik perdagangan orang yang memanfaatkan modus lowongan kerja di luar negeri.

Sebelum berangkat ke Kamboja, Rizki dan istrinya bekerja di Batam. Tetapi, setelah kerjanya di Batam selesai, ia mendapatkan tawaran dari seseorang untuk bekerja sebagai tenaga administrasi di Malaysia.

Namun, Muhammad Rizki bersama istrinya malah ditipu dan diberangkatkan ke Kamboja oleh agen. Kemudian, di sana mereka tidak digaji dan telepon genggam disita majikan serta penuh teror hingga kekerasan.

Ia menuturkan berdasarkan laporan yang diterima dari keluarga korban, Muhammad Rizki awalnya dijanjikan pekerjaan sebagai tenaga pemasaran di Malaysia.

Tetapi, setelah tiba di Malaysia, korban justru dibawa ke Vietnam sebelum akhirnya dikirim ke Kamboja.

"Ditawarkan pekerjaannya sebagai marketing, tetapi itu hanya rekayasa dan modus para agen supaya korban mau berangkat. Awalnya dijanjikan ke Malaysia, tetapi kemudian dibawa ke Vietnam dan akhirnya ke Kamboja," katanya.

Haji Uma mengatakan proses pemulangan warga negara Indonesia dari Kamboja tidak mudah karena membutuhkan biaya besar.

Dalam salah satu proses pemulangan sebelumnya, biaya yang dibutuhkan mencapai Rp15 juta, sebagian ditanggung secara pribadi dan selebihnya dari keluarga korban.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:28
05:01
01:45
01:26
02:49
12:28

Viral