- Antara
Puting Beliung Terjang Simalungun, 56 Rumah dan Satu Rumah Ibadah Rusak
Medan, tvOnenews.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara mencatat sebanyak 56 rumah mengalami kerusakan akibat angin puting beliung yang menerjang dua kecamatan di Kabupaten Simalungun.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan bencana tersebut terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIB hingga malam hari. Angin kencang melanda Kecamatan Pematang Bandar dan Kecamatan Bandar.
“Cuaca ekstrem melanda Kecamatan Pematang Bandar dan Kecamatan Bandar, di mana 56 rumah mengalami kerusakan,” ujar Sri Wahyuni di Medan, Senin (7/7/2026).
Ia menjelaskan, angin puting beliung yang terjadi menjelang malam membuat warga panik dan berupaya menyelamatkan diri. Angin kencang yang datang secara tiba-tiba juga menumbangkan puluhan pohon, menerbangkan atap seng rumah, serta merusak sejumlah bangunan milik warga.
Menurut Sri Wahyuni, kerusakan rumah terjadi akibat tertimpa pohon yang tumbang setelah hujan deras dengan intensitas tinggi disertai angin kencang melanda kawasan tersebut.
Dari total rumah terdampak, sebanyak delapan unit mengalami rusak berat, sedangkan 48 rumah lainnya mengalami kerusakan sedang yang tersebar di dua kecamatan.
Selain permukiman warga, cuaca ekstrem tersebut juga menyebabkan satu rumah ibadah mengalami kerusakan.
Sri Wahyuni memastikan, berdasarkan laporan yang diterima, tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat bencana tersebut.
“Berdasarkan laporan yang diterima, jumlah pengungsi, korban luka, maupun meninggal dunia nihil,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama sejumlah pemangku kepentingan telah melakukan berbagai langkah penanganan di lokasi terdampak.
Upaya yang dilakukan meliputi peningkatan koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan, asesmen di lokasi kejadian, serta koordinasi lanjutan antara BPBD Sumatera Utara dan pemerintah setempat untuk mempercepat penanganan bencana.
“Kondisi saat ini, dalam penanganan pemerintah setempat,” ujar Sri Wahyuni.