- Antara
Sempat Terputus akibat Longsor, Akses Simpang Empat–Talu Kembali Dibuka
Simpang Empat, tvOnenews.com - Akses jalan provinsi yang menghubungkan Simpang Empat dengan Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, kembali dapat dilalui kendaraan setelah tertutup material longsor.
Longsor terjadi di Pesanggiang, Jorong Perhimpunan, Nagari Talu, Kecamatan Talamau, pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Bencana tersebut dipicu curah hujan tinggi yang terjadi sejak Sabtu sore.
Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, didampingi Kapolsek Talamau, Iptu Fifriki Candra, mengatakan material longsor sempat menutup badan jalan yang menghubungkan Talu dengan Simpang Empat.
Berbagai pihak kemudian bergerak melakukan penanganan. Polsek Talamau mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan peninjauan, rekayasa arus lalu lintas, serta berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, khususnya Dinas Pekerjaan Umum, untuk mendatangkan alat berat.
Berkat kerja sama Polsek Talamau, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, dan TNI, material longsor akhirnya dapat dibersihkan menggunakan alat berat.
Akses jalan tersebut kembali bisa dilalui kendaraan pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.
Saat ini, jajaran Polsek Talamau masih melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi longsor untuk mencegah terjadinya antrean panjang kendaraan.
Kapolsek Talamau, Iptu Fifriki Candra, mengimbau para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur menuju Talu maupun sebaliknya.
Kecamatan Talamau merupakan wilayah yang didominasi perbukitan dan rawan bencana alam, seperti longsor, pohon tumbang, serta banjir.
Kondisi tersebut diperparah dengan riwayat bencana di wilayah Talamau. Kecamatan ini pernah menjadi pusat gempa pada 2022 dan dilanda bencana hidrometeorologi pada November 2025. Kondisi tanah perbukitan dan sejumlah ruas jalan yang retak membuat wilayah tersebut rawan longsor dan jalan amblas.
Untuk mengantisipasi bencana, jajaran kepolisian bersama tim gabungan juga mendorong pembentukan tim tanggap bencana di setiap nagari atau desa di Kecamatan Talamau.
Tim tersebut diharapkan menjadi unsur awal yang dapat bergerak ke lokasi bencana sebelum bantuan dari pemerintah kabupaten tiba.