- Istimewa
Gerakan Make Elephant Great Again, 28 Organisasi Desak Perlindungan Gajah Indonesia Diperkuat
“Kami menyambut positif langkah pemerintah memperkuat perlindungan gajah melalui Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026 dan finalisasi SRAK Gajah. Sekarang tahapan pentingnya adalah memastikan kebijakan ini benar-benar diimplementasikan dan diwujudkan ke lapangan,” kata Annisa.
Menurutnya, sejumlah persoalan membutuhkan penanganan segera, mulai dari perlindungan habitat gajah, pengelolaan dan perlindungan koridor ekologis antarkantong habitat, penindakan tegas terhadap kejahatan terhadap gajah, hingga penanganan konflik manusia-gajah dengan pendekatan perlindungan terhadap kedua pihak.
Ia menilai, seluruh upaya tersebut membutuhkan kerja bersama yang berkesinambungan. Kampanye “Make Elephant Great Again” sekaligus menjadi ajakan kepada masyarakat untuk berperan aktif dan mengawal implementasi kebijakan perlindungan gajah.
Sementara itu, Kepala Balai KSDA Kalimantan Timur, M. Ari Wibawanto, mengatakan Gajah Kalimantan merupakan bagian penting dari kekayaan hayati Kalimantan yang harus dijaga bersama.
“Perlindungannya membutuhkan kolaborasi, terutama untuk menjaga habitat, ruang jelajah, serta membangun koeksistensi antara masyarakat dan gajah,” ujar M. Ari Wibawanto.
Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Heru Sutmantoro, menegaskan penyelamatan gajah harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga habitatnya.
“Menyelamatkan gajah berarti menyelamatkan rumahnya. Pemulihan habitat dan pengamanan kawasan harus berjalan bersama dengan upaya perlindungan dan pengelolaan populasi gajah. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci,” kata Heru.
Kepala Balai KSDA Jambi, Himawan Sasongko, menambahkan perlindungan gajah di Jambi membutuhkan kerja bersama dan kesadaran bahwa gajah merupakan bagian penting dari sejarah peradaban manusia.
Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan pergerakan gajah, pengamanan habitat, penghilangan jerat, pembongkaran pagar listrik, serta pemulihan konektivitas habitat secara terpadu. Langkah ini diperlukan agar kelompok-kelompok gajah yang terfragmentasi memiliki ruang hidup yang aman dan kembali terhubung.
“Karena mengembalikan kejayaan gajah pada dasarnya adalah mengembalikan lagi martabat Sumatera dan juga bangsa Indonesia,” ujar Himawan.
Di Aceh, ancaman terhadap gajah juga masih terjadi. Sejumlah gajah dilaporkan mengalami kematian akibat kawat listrik bertegangan tinggi yang menjerat tubuhnya serta akibat racun.
Rangkaian aksi “Make Elephant Great Again” yang berlangsung hingga Sabtu (15/8/2026) diharapkan menjadi pemantik terbentuknya gerakan bersama dalam memperkuat perlindungan gajah. Di balik aksi tersebut, tersimpan harapan agar gajah-gajah Indonesia kembali berjaya dan menjadi kebanggaan bangsa.