news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Gen Z dan Milenial Makin Dekat dengan Layanan Keuangan Digital, Tapi Sudahkah Bijak Menggunakannya?.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

Gen Z dan Milenial Makin Dekat dengan Layanan Keuangan Digital, Tapi Sudahkah Bijak Menggunakannya?

Gen Z dan milenial semakin akrab dengan layanan keuangan digital. Literasi finansial penting agar kemudahan teknologi digunakan secara bijak untuk kebutuhan
Minggu, 6 September 2026 - 23:34 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Bagi generasi Z dan milenial, aktivitas keuangan kini semakin sulit dipisahkan dari layar ponsel. Membayar makanan, membeli kebutuhan sehari-hari, mentransfer uang, hingga membuka rekening dapat dilakukan tanpa harus datang ke kantor layanan keuangan. 

Kemudahan tersebut membuat transaksi menjadi lebih cepat, tetapi pada saat yang sama menuntut pengguna semakin memahami cara mengelola keuangan secara bertanggung jawab.

Kedekatan dengan teknologi tidak selalu berarti seseorang memiliki literasi keuangan yang baik. Generasi muda bisa sangat terbiasa menggunakan dompet digital, mobile banking, paylater, hingga berbagai aplikasi finansial, tetapi belum tentu memahami konsekuensi dari setiap transaksi yang dilakukan. 

Kemudahan akses juga dapat membuat keputusan keuangan berlangsung spontan, terutama ketika berbagai pilihan pembayaran tersedia hanya dalam beberapa sentuhan.

Di tengah kondisi tersebut, edukasi keuangan menjadi semakin penting. Generasi muda tidak hanya perlu mengetahui cara menggunakan layanan digital, tetapi juga memahami keamanan transaksi, mengatur pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mulai merencanakan kondisi finansial jangka panjang. 

Dengan begitu, transformasi digital di sektor keuangan tidak berhenti pada kemudahan transaksi, tetapi turut meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.

Ketika Aktivitas Keuangan Generasi Muda Berpindah ke Ponsel

Perubahan gaya hidup Gen Z dan milenial ikut mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan layanan keuangan. Jika sebelumnya pembukaan rekening, transfer, atau pembayaran identik dengan kunjungan ke kantor bank, kini sebagian aktivitas tersebut dapat dilakukan secara digital.

Perubahan ini memberikan keuntungan dari sisi akses. Anak muda yang memiliki mobilitas tinggi dapat mengelola kebutuhan finansial dari berbagai tempat dan waktu. 

Bagi mahasiswa maupun pekerja muda, layanan digital juga dapat menjadi pintu awal untuk mulai mengenal produk perbankan dan membangun kebiasaan mengelola uang.

Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman. Pengguna perlu mengetahui biaya transaksi, keamanan akun, perlindungan data pribadi, hingga risiko ketika menggunakan fasilitas kredit digital. 

Literasi menjadi penting karena teknologi hanya menyediakan alat, sedangkan keputusan pengguna tetap menentukan apakah alat tersebut memberikan manfaat atau justru menimbulkan persoalan finansial.

Karena itu, pendekatan edukasi yang memberikan pengalaman langsung dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan layanan keuangan kepada generasi muda. 

Mereka tidak hanya menerima informasi secara teoritis, tetapi dapat memahami bagaimana sebuah layanan bekerja dan apa yang perlu diperhatikan sebelum menggunakannya.

Literasi Keuangan Tak Cukup Sekadar Bisa Bertransaksi

Literasi keuangan pada era digital memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar mengetahui cara melakukan transaksi. Pengguna perlu memahami bagaimana mengatur pemasukan dan pengeluaran, membuat prioritas, menyiapkan dana darurat, serta mulai memikirkan kebutuhan finansial di masa mendatang.

Hal ini menjadi semakin relevan bagi generasi muda yang berada dalam fase kehidupan dengan berbagai kebutuhan baru. 

Mahasiswa mulai belajar mengelola uang sendiri, sementara pekerja muda mulai menghadapi biaya tempat tinggal, transportasi, gaya hidup, hingga kebutuhan investasi dan perlindungan finansial.

Di sisi lain, lingkungan digital juga menghadirkan berbagai godaan konsumsi. Promosi, transaksi satu klik, dan kemudahan pembayaran dapat membuat batas antara kebutuhan dan keinginan semakin tipis. Karena itu, kemampuan menggunakan layanan digital sebaiknya berjalan beriringan dengan kemampuan mengendalikan keputusan finansial.

Edukasi keuangan juga perlu memperkenalkan aspek keamanan digital. Pengguna perlu berhati-hati terhadap tautan mencurigakan, penipuan yang mengatasnamakan lembaga keuangan, serta kebiasaan membagikan data pribadi atau kode keamanan kepada pihak lain.

Ruang Edukasi Keuangan Digital

Gambaran mengenai pendekatan tersebut terlihat dalam Lampung Financial Festival 2026. Kegiatan yang didukung PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tersebut mendapat perhatian dari kalangan generasi muda karena menggabungkan edukasi keuangan dengan pengalaman mencoba layanan digital secara langsung.

Salah satu pengunjung, Dina, mahasiswa Universitas Saburai, menilai kegiatan tersebut relevan dengan generasi Z karena dikemas melalui berbagai aktivitas interaktif. 

“Acaranya menarik banget, dari temanya relevan sama Gen Z. Nggak monoton, banyak booth-booth keren yang bisa dimampiri. Saya buka rekening, langsung download aplikasi wondr by BNI, registrasi, terus rekeningnya sudah langsung aktif” ujar Dina, Minggu (6/9/2026).

Selain pembukaan rekening, kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah program untuk pengunjung. Di antaranya Program Payung bagi nasabah baru serta Program Be Nice untuk pembukaan rekening Taplus Muda. Ajang tersebut juga menyediakan layanan kopi dari mitra dan fasilitas pemeriksaan kesehatan melalui kerja sama dengan BNI Life.

Namun, di luar berbagai fasilitas tersebut, aspek yang lebih penting adalah bagaimana kegiatan semacam ini dapat menjadi ruang pertemuan antara generasi muda dan layanan keuangan formal. Pengalaman langsung dapat membantu pengguna memahami bahwa layanan digital bukan hanya sarana untuk melakukan transaksi, tetapi juga bagian dari pengelolaan keuangan sehari-hari.

Ilustrasi Gen Z dan Milenial Makin Dekat dengan Layanan Keuangan Digital, Tapi Sudahkah Bijak Menggunakannya?
Sumber :
  • ist

Program ini merupakan bagian dari upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan melalui edukasi yang disertai pengalaman langsung. Sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI juga mengaitkan transformasi layanan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Pendekatan tersebut sejalan dengan nilai Swadharma Bhakti Nagara yang disebut menjadi bagian dari perjalanan selama delapan dekade, termasuk dalam upaya mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat.

Generasi muda sebagai salah satu kelompok yang perlu mendapatkan akses sekaligus pemahaman terhadap layanan keuangan digital. Tantangannya bukan lagi sekadar membuat layanan semakin mudah digunakan, melainkan memastikan kemudahan tersebut diikuti kemampuan masyarakat untuk menggunakannya secara aman, terukur, dan sesuai kebutuhan. (udn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:57
02:03
05:04
05:34
01:25
04:56

Viral