- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Saat Masjid Menjadi Bagian dari Identitas Aceh, Mengapa Kebersihannya Perlu Diperhatikan?
Kebersihan Masjid Bukan Hanya Tanggung Jawab Marbot
Menjaga kondisi masjid tentu tidak bisa hanya dibebankan kepada marbot atau pengurus. Jamaah juga memiliki peran melalui kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan setelah menggunakan fasilitas, membuang sampah pada tempatnya, serta ikut merawat sarana yang tersedia.
Kajian mengenai pengelolaan masjid menunjukkan bahwa keterlibatan pengurus dan jamaah dalam kegiatan kebersihan rutin dapat membantu meningkatkan kenyamanan lingkungan ibadah. Tantangannya, pengelolaan kebersihan sering berhadapan dengan keterbatasan fasilitas maupun sumber daya manusia.
Persoalan tersebut menjadi semakin relevan di masjid yang memiliki intensitas penggunaan tinggi. Masjid Raya Baiturrahman sendiri, misalnya, merupakan pusat ibadah sekaligus destinasi wisata religi. Tingginya aktivitas membuat pengelolaan kebersihan dan kenyamanan menjadi bagian penting dari pemeliharaan bangunan serta pelayanan kepada masyarakat.
Isu mengenai kenyamanan rumah ibadah tersebut kemudian muncul bersamaan dengan kegiatan sosial yang berlangsung di Banda Aceh. Pada 4 September 2026, Enesis Group bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar program “Wangikan 50 Masjid” di Masjid Raya Baiturrahman.
Melibatkan sekitar 100 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan marbot. Melalui program itu, bantuan produk pengharum disalurkan kepada 50 masjid di wilayah Banda Aceh melalui pengurus masjid. Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya dilakukan di Jakarta pada Maret 2026 dan merupakan bagian dari inisiatif sosial perusahaan sekaligus upaya mendukung kenyamanan masyarakat di rumah ibadah.
“Program wangikan 50 masjid di Banda Aceh bersama BAZNAS adalah bukti nyata. Ini merupakan komitmen kami untuk terus berkontribusi dan terus menjalankan inisiatif sosial yang memberikan dampak positif sekaligus memberikan awareness kepada masyarakat,” ujar Perwakilan Enesis Group RM Ardiantara.
Terlepas dari program tersebut, pemeliharaan masjid pada dasarnya merupakan pekerjaan yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Di wilayah yang memiliki sejarah keislaman kuat seperti Aceh, masjid bukan hanya ruang untuk beribadah, tetapi juga bagian dari identitas dan kehidupan sosial masyarakat.
Karena itu, perhatian terhadap kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah tidak berhenti pada upaya membuat ruangan terlihat atau terasa lebih bersih. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan bersama agar masjid tetap menjadi ruang yang layak, nyaman, dan terawat bagi siapa pun yang datang untuk beribadah maupun menjalankan aktivitas sosial. (udn)