news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sinoptik gelombang laut di sejumlah perairan Sumatera Utara pada 17 hingga 21 September 2026..
Sumber :
  • tim tvOne/Antara

BMKG Imbau Waspadai Gelombang Tinggi di Samudra Hindia Barat Nias

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan nelayan dan pemangku kepentingan lainnya agar waspada potensi terjadinya gelombang laut setinggi
Rabu, 16 September 2026 - 22:00 WIB
Reporter:
Editor :

Medan, tvOnenews.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan nelayan dan pemangku kepentingan lainnya agar waspada potensi terjadinya gelombang laut setinggi empat meter di Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, Sumatera Utara.

"Kondisi tersebut berpotensi terjadi 17 hingga 21 September 2026," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Rizki Fadhillah Pratama Putra di Medan, Rabu (16/9/2026).

Pola angin di utara ekuator Indonesia umumnya bertiup dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 4 - 25 knot, sedangkan di selatan ekuator Indonesia bertiup dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan 8 -25 knot.

Kecepatan angin tertinggi di perairan Sumatera bagian utara terpantau di wilayah Selat Malaka bagian utara.

Selain itu, gelombang tinggi juga dapat terjadi di Perairan Barat Sumatera Utara, Perairan Timur Kepulauan Nias, Perairan Kepulauan Batu,
Perairan Barat Kepulauan Nias dan Perairan Barat Kepulauan Batu yang dapat mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.

Terkait hal tersebut BMKG mengimbau kepada nelayan yang menggunakan perahu agar waspda jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, demikian juga dengan kapal tongkang agar waspada jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

"Kapal ferry juga harus waspada jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Sementara Kepala BBMKG WIlayah I Medan Hendro Nugroho mengatakan, berdasarkan pantauan citra sebaran asap wilayah Sumatera pada 16 September 2026 jam 08.20 WIB, terdeteksi asap di sebagian besar wilayah Sumatera Utara.

Sebaran asap terpantau bergerak ke arah barat laut mengikuti pola angin yang secara umum bertiup dari tenggara menuju barat laut hingga utara.

Sementara itu, sejumlah titik panas pada 15 September 2026 terpantau terutama di wilayah Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Padang Lawas Utara, Tapanuli Utara, Toba dan Tapanuli Selatan dengan tingkat kepercayaan menengah.

Hasil pengamatan dari Stasiun Meteorologi Silangit, Stasiun Meteorologi Kualanamu dan Stasiun Meteorologi Aek Godang menunjukkan bahwa pada 16 September 2026 jarak pandang di lokasi pengamatan berkisar antara 1 - 5 Km.

Jarak pandang tersebut terpantau bersamaan dengan kondisi kabut dan asap dan berdasarkan pemantauan kualitas udara konsentrasi PM2.5 (partikel sangat kecil di udara) di Sumatera Utara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat. (Ant/wna)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

12:48
05:04
03:30
01:13
06:11
27:02

Viral