- tim tvOne/Martinus
Tim Gabungan Polri, BNN dan Bea Cukai Amankan Kapal Asing Diduga Angkut Satu Ton Sabu
Medan, tvOnenews.com - Perairan Selat Malaka kembali memanas! Tim gabungan Aparat Penegak Hukum (APH) berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba terbesar tahun ini, Rabu (21/10/2026).
Diperkirakan sekitar satu ton lebih narkoba jenis sabu-sabu disita dari sebuah kapal di perairan Selat Malaka dan ini menjadi tangkapan yang menggemparkan Sumut.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, penindakan ini dilakukan oleh tim gabungan elite yang terdiri dari Bea Cukai, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Operasi senyap di tengah laut ini berhasil melumpuhkan kapal pembawa sabu dan meringkus delapan orang yang diduga kuat sebagai jaringan narkoba internasional yang selama ini menjadikan Selat Malaka sebagai jalur tikus penyelundupan.
Selat Malaka memang dikenal sebagai jalur emas penyelundupan sabu dari segitiga emas (Myanmar, Laos, Thailand) masuk ke Indonesia via Aceh dan Sumatera Utara. Pelaku menggunakan Kapal Asing Global 168, modus diduga kapal angkut oil atau bahan bakar .
Suasana di Dermaga Kapal Penumpang Bandar Deli, Belawan terpantau penuh aparat dan kapal sudah sandar di dermaga terminal bandar deli, Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (21/10/2026).
Sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Pelabuhan Belawan, Pejabat BNN Provinsi Sumatera Utara dan Bea Cukai Sumatera Utara terlihat sudah berkumpul dan siaga di lokasi kapal sandar.
Diduga kapal barang itu berisi satu ton lebih sabu dan akan segera disandarkan di sana untuk proses pemeriksaan awal.
Belum ada keterangan resmi dari pejabat terkait. Semua pihak masih tidak mau bicara dan menunggu konferensi pers resmi yang akan rencananya dipimpin Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Namun sumber di lapangan memastikan barang bukti sangat besar dan jumlahnya diperkirakan mencapai satu ton lebih sabu.
Kini publik menunggu, siapa otak di balik dua ton sabu, apakah ini jaringan internasional dan kemana sabu sebanyak ini akan diedarkan. (Mts/wna)