- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Kampoeng Ramadhan Jogokariyan Yogyakarta Dipadati 400 UMKM Kuliner, Disiplin Sampah Wajib Ditaati
Yogyakarta, tvOnenews.com - Kampoeng Ramadhan Jogokariyan kembali diserbu pengunjung selama bulan suci Ramadan. Sekitar 400 pelaku UMKM kuliner ambil bagian dalam gelaran tahunan yang terpusat di kawasan sekitar Masjid Jogokariyan.
Sejak pukul 15.30 WIB, kawasan di sekitar masjid mulai dipenuhi pengunjung yang berburu takjil. Aneka sajian ditawarkan, mulai dari makanan tradisional hingga makanan kekinian.
Antusiasme masyarakat yang tinggi menjadikan Kampoeng Ramadhan Jogokariyan sebagai salah satu pusat kuliner Ramadhan paling ramai di Yogyakarta.
Ketua Panitia Kampoeng Ramadhan Jogokariyan, Muhammad Falah Akbar mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa kegiatan ini tidak hanya dinanti masyarakat di Yogyakarta, melainkan juga pengunjung dari luar daerah.
"Tahun ini, ada 50 tambahan lapak untuk Kampoeng Ramadhan Jogokariyan. Tahun lalu, kita hanya 350 lapak, kini di angka 400 lapak," kata Falah, Kamis (19/2/2026).
Kehadiran ratusan UMKM kuliner ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat selama Ramadhan. Terbukti, perputaran uang dari transaksi jual beli di Kampoeng Ramadhan Jogokariyan mencapai berkisar Rp300 ribu sampai Rp1 juta per harinya.
"Kita sudah pernah melakukan riset kecil-kecilan, satu pedagang itu mungkin seharinya bisa 300 ribu rupiah sampai 1 juta rupiah untuk omsetnya. Nah itu tinggal dikalikan saja 400 (pelaku UMKM), berarti ada 400 juta," ucap Falah.
Meski ramai, panitia menegaskan bahwa kebersihan menjadi prioritas utama. Disiplin sampah menjadi aturan wajib yang harus ditaati seluruh pedagang dan pengunjung, di tengah kondisi darurat sampah di wilayah Yogyakarta.
Terkait pengelolaan sampah, panitia telah menyediakan trashbag sampah di beberapa lokasi. Selanjutnya, sampah yang telah terpilah kemudian dikumpulkan jadi satu sebelum akhirnya diambil oleh pihak ketiga.
"Kalau sampah memang kita sudah ada kerjasama, biasanya nanti ada yang ambil. Terus pengelolaannya kalau di internal misalnya sampah-sampah organik sudah dipilah dulu. Kemudian yang dibuang cuma sampah plastik. Sehabis Isya, remaja masjid akan mengumpulkan jadi satu," terang Gitta Welly Ariadi, Pengurus Masjid Jogokariyan.
Welly menyebut, sampah-sampah tersebut bukan hanya dari Kampung Ramadan melainkan juga sisa makanan berbuka puasa. Masjid Jogokariyan pada Ramadan tahun ini juga menyediakan 3.800 porsi takjil gratis setiap harinya bagi masyarakat umum.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono mengungkap bahwa Masjid Jogokariyan adalah bagian penting dari wajah kota Yogyakarta.
Banyak tamu datang dari luar daerah untuk menyaksikan bagaimana perayaan Ramadan disini. Sehingga jangan sampai semangat ibadah kita tercoreng oleh lingkungan yang kotor.
"Saya mengajak seluruh panitia, pedagang, dan pengunjung untuk disiplin membuang sampah pada tempatnya. Jaga kebersihan di lingkungan sekitar masjid. Kurangi sampah plastik, kita siapkan kantong sampah yang memadai dan kita pastikan setelah acara selesai, kawasan ini tetap bersih dan nyaman," ucapnya. (scp/buz)