- tim tvOne - Nuryanto
Kurangi Beban Administratif, Ratusan Guru di Yogyakarta Didorong Melek AI
Yogyakarta, tvOnenews.com - Kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan transformasi digital, tanpa meninggalkan akar budaya lokal terus dikembangkan di Yogyakarta. Namun, tantangan utama di era AI saat ini bukanlah akses terhadap teknologi, melainkan kesiapan manusia untuk mengoperasikannya.
Hal itu menjadi perhatian serius Pura Nusantara, Solana, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY yang kemudian meluncurkan Yogyakarta Digital Sovereignty Initiative (YDSI), sebuah inisiatif kolaborasi lintas sektor yang bertujuan membangun ekosistem kolaborasi jangka panjang untuk memastikan masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara produktif, aman, dan bertanggung jawab.
Sebagai implementasi awal semangat YDSI, digelar lokakarya AI Teaching Power DIY yang diikuti oleh 200 guru SMA, SMK, dan pesantren se-DIY. Bekerja sama dengan Microsoft Elevate dan Dinas Pendidikan DIY, pelatihan ini bertujuan membantu tenaga pendidik mengintegrasikan teknologi AI ke dalam ruang kelas.
Para peserta menyambut antusias pengenalan fitur seperti Microsoft Copilot, Reading Progress, dan Math Progress. Hari Widayat, guru Informatika SMA Negeri 1 Ngaglik mengungkapkan bahwa AI sangat membantu dalam menerapkan pendidikan berdiferensiasi dan menyusun penilaian siswa yang lebih presisi.
"AI memang dapat memudahkan kami para guru dalam menerapkan pendidikan berdiferensiasi serta menyusun penilaian terhadap siswa agar lebih presisi," ungkapnya.
Melalui YDSI, kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat terus berkembang ke berbagai bidang lain seperti ekonomi kreatif dan UMKM, menjadikan Yogyakarta sebagai model kedaulatan digital yang menempatkan manusia, budaya, dan teknologi sebagai pilar utama kemajuan
"Jogja memiliki talenta dan institusi yang kuat. Kami ingin membangun framework kolaborasi yang menghubungkan berbagai pihak, baik dari luar negeri maupun lokal sesuai dengan karakter masyarakat kita," ujar CEO Pura Nusantara, Brian Tobing.
​Brian menjelaskan, kehadiran AI bukan untuk menggantikan peran guru atau mengubah kurikulum, melainkan sebagai solusi atas hambatan manajemen data (bottleneck) di sekolah.
"Kita ingin guru tidak lagi terjebak oleh urusan administratif yang menumpuk. Biarkan sistem yang mempercepat proses tersebut sehingga guru bisa kembali fokus pada tugas intinya, yaitu mendidik dengan hati," tambahnya.