news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Viral! Kiper 17 Tahun Dipukul dari Belakang hingga Tersungkur, Liga Bantul 2026 Kembali Tercoreng.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

Viral! Kiper 17 Tahun Dipukul dari Belakang hingga Tersungkur, Liga Bantul 2026 Kembali Tercoreng

Kiper PS Sendangsari dipukul suporter saat Liga Bantul 2026. Insiden di Lapangan Bawuran membuat laga terhenti dan berujung laporan polisi.
Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:38 WIB
Reporter:
Editor :

“Menurut info, yang melakukan pemukulan bukan penggemar sepak bola. Jadi Askab mendorong itu termasuk pelanggaran,” katanya kepada awak media di Bantul, Selasa (11/8/2026).

Aris juga mengingatkan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Kejadian seperti ini jangan sampai terjadi lagi, dan kami sudah ada komitmen dengan klub-klub yang mengikuti,” ucapnya.

Dari sisi hukum, Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Subihan Afuan Ardhi membenarkan korban telah membuat laporan.

“Sudah buat laporan, korban melapor tadi siang. Segera kami lakukan pendalaman,” katanya.

Dengan adanya laporan tersebut, polisi akan menentukan langkah hukum berdasarkan hasil pemeriksaan korban, saksi, bukti video apabila tersedia, serta keterangan pihak-pihak yang berada di lokasi. 

Secara umum, tindakan pemukulan yang menyebabkan korban mengalami luka dapat masuk dalam ranah tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 351 KUHP, dengan penerapan pasal bergantung pada hasil penyidikan dan kondisi luka korban.

Bukan Insiden Tunggal di Liga Bantul 2026

Sorotan terhadap keamanan Liga Bantul 2026 semakin kuat karena insiden di Lapangan Bawuran bukan satu-satunya kericuhan yang terjadi dalam dua hari berturut-turut.

Sehari setelah kiper Sendangsari dipukul, kericuhan kembali terjadi seusai pertandingan Putratama melawan Nine RAS Semail di Lapangan Dwi Sapta Ringinharjo, Minggu (9/8).

Dalam video yang beredar, terlihat situasi memanas di luar lapangan setelah muncul aksi saling mengejek. Sejumlah pemain Nine RAS Semail bahkan terlihat berlari keluar pagar untuk mencari orang yang diduga melakukan ejekan.

Polisi yang melakukan pengamanan di sekitar lokasi kemudian bergerak mencegah bentrokan. Situasi akhirnya dapat dikendalikan dan penonton membubarkan diri.

Rangkaian kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa sepak bola amatir bukan ruang bebas dari aturan. Fanatisme seharusnya berhenti pada dukungan terhadap tim, bukan berubah menjadi tindakan yang membahayakan pemain.

Apalagi, korban dalam insiden Bawuran masih berusia 17 tahun. Pukulan di bagian kepala tidak bisa dianggap sebagai bagian dari dinamika pertandingan. Selain dapat menyebabkan luka, benturan keras pada kepala juga berpotensi menimbulkan kondisi medis serius yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:19
01:38
01:32
04:35
04:23
06:18

Viral