news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Yayasan Ethnic Indonesia Berbagi resmi membuka layanan sertifikasi dan kajian kuratorial keris.
Sumber :
  • tim tvOne - Nuryanto

Layanan Sertifikasi dan Kajian Kuratorial Keris Berbasis Digital, Cegah Hilangnya Pengetahuan Tosan Aji

Perjalanan panjang sebagai seorang kolektor pusaka serta pendalaman kompetensi kuratorial melahirkan sebuah gagasan baru dalam dunia pelestarian warisan budaya Nusantara.​
Minggu, 13 September 2026 - 13:06 WIB
Reporter:
Editor :

Yogyakarta, tvOnenews.com — Perjalanan panjang sebagai seorang kolektor pusaka serta pendalaman kompetensi kuratorial melahirkan sebuah gagasan baru dalam dunia pelestarian warisan budaya Nusantara.​

Rivo Cahyono, melalui Yayasan Ethnic Indonesia Berbagi resmi membuka layanan sertifikasi dan kajian kuratorial keris serta Tosan Aji bagi masyarakat luas dan para kolektor di Indonesia.

​"Layanan tersebut ditujukan bukan hanya untuk kolektor senior, tetapi juga bagi mereka yang baru mulai mengenal dan mengoleksi pusaka," jelas Rivo saat dikonfirmasi, Sabtu (12/9).

​Ia menjelaskan, dalam proses kurasinya, setiap pusaka yang diajukan akan melalui serangkaian pengamatan dan kajian mendalam berdasarkan berbagai unsur penting yang dapat didokumentasikan secara komprehensif. Unsur-unsur tersebut meliputi dhapur, pamor, ricikan, tangguh atau estimasi periodisasi, perabot, kondisi fisik, serta berbagai informasi pendukung lainnya.

​Lebih lanjut, Rivo menegaskan bahwa layanan kuratorial yang dikembangkannya memiliki standar kelembagaan kuat dan tidak bertumpu pada penilaian subjektif satu pihak saja.

​"Yang membedakan konsep yang dikembangkan Ethnic Indonesia adalah kajian tidak hanya bertumpu pada satu orang," ungkapnya.

​Ia memaparkan, setiap lembar sertifikat kuratorial yang diterbitkan oleh Ethnic Indonesia ditandatangani oleh tiga kurator keris yang telah mengantongi sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yakni Ilham Triadi, Harjo Herlambang, dan KRA Rivo Cahyono sendiri.

​Rivo juga memberikan catatan penting agar tidak terjadi salah paham di tengah masyarakat. Sertifikasi kompetensi BNSP melekat pada keahlian kurator yang melakukan kajian, bukan berarti pihak BNSP menerbitkan sertifikat keaslian langsung terhadap sebuah keris. Ethnic Indonesia menegaskan bahwa produk hukum tersebut murni merupakan dokumen hasil kajian kuratorial profesional berdasarkan kondisi objektif objek ketika diperiksa.

​Bagi Rivo, persoalan paling mendasar dalam upaya pelestarian pusaka bukan sekadar bagaimana merawat bentuk fisik bendanya, melainkan bagaimana memastikan agar narasi dan pengetahuan yang menyertainya tetap lestari.

​Ia mencontohkan, sebuah keris kerap berpindah tangan dari seorang kolektor kepada anaknya, lalu turun ke cucu atau berpindah ke pemilik-pemilik berikutnya seiring waktu. Dalam dinamika perpindahan tersebut, sering kali terjadi risiko hilangnya informasi penting mengenai asal-usul maupun identitas pusaka yang bersangkutan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:13
01:04
02:14
01:59
04:13
03:53

Viral