- tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Taman Budaya Yogyakarta Gelar Pesta Cerita, Puncak Program Tutur Tumurun 2026
Yogyakarta, tvOnenews.com - Taman Budaya Yogyakarta (TBY) bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia akan menggelar Pesta Cerita pada Jumat, 9 Oktober 2026. Agenda tersebut menjadi puncak rangkaian Program Tutur Tumurun 2026 yang selama ini mengangkat penulisan dan penjelajahan kreatif melalui pendekatan geomitologi.
Pesta Cerita akan berlangsung di kompleks Taman Budaya Yogyakarta mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB. Selain menjadi malam puncak program, agenda tersebut juga akan diisi dengan penganugerahan pemenang Sayembara Penulisan Cerpen Geomitologi serta peluncuran buku antologi Tutur Tumurun Jilid II.
Kepala Taman Budaya Yogyakarta, Dra. Purwiati mengatakan bahwa Pesta Cerita merupakan bagian dari rangkaian Kegiatan Selebrasi Sastra Seni Budaya Tahun Anggaran 2026 yang mendapatkan dukungan Dana Alokasi Khusus Nonfisik-BOP Museum dan Taman Budaya.
"Tradisi lisan bukan sekadar dongeng pengantar tidur, melainkan wahana penting bagi perekaman memori kolektif suatu bangsa. Di dalamnya tersimpan pengetahuan dan sejarah yang menjadi bagian dari identitas kita. Program Tutur Tumurun hadir sebagai ruang perjumpaan lintas disiplin yang memadukan sains kebumian dengan khazanah kearifan lokal DIY lewat sudut pandang geomitologi," terang Purwiati.
Direktur Program Tutur Tumurun, Latief S. Nugraha menjelaskan bahwa Yogyakarta memiliki bentang alam yang kaya dan berkaitan erat dengan warisan budaya serta situs-situs kebumian. Kekayaan tersebut juga memiliki keterkaitan dengan landasan filosofis berdirinya Nagari Ngayogyakarta.
"Geomitologi mengkaji bagaimana budaya masa lalu mencatat lanskap dan fitur geologi. Di balik mitos fenomena alam, tersimpan pengetahuan serta alat komunikasi masyarakat lampau. Sastra dalam konteks ini hadir sebagai sains yang dituturkan dengan bahasa yang lain," jelas Latief.
Pesta Cerita sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban karya dan penganugerahan bagi peserta yang telah mengikuti proses Program Tutur Tumurun sejak Juli 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan lokakarya yang menghadirkan Paksi Raras Alit, Raudal Tanjung Banua, dan Herlina Tiens. Setelah itu, proses berlanjut ke sayembara penulisan cerpen yang dinilai oleh dewan juri, yakni Ramayda Akmal, Mahfud Ikhwan, dan Hasta Indriyana.
Sebanyak 75 naskah cerpen karya penulis muda DIY berusia 17–35 tahun diterima oleh panitia. Dari keseluruhan naskah, terpilih 10 karya sebagai nomine sebelum akhirnya disaring menjadi 5 karya terbaik.
Mewakili dewan juri, Hasta Indriyana mengatakan, proses membaca puluhan naskah tersebut memberikan pengalaman seperti menjelajahi Yogyakarta melalui peta mitologis.
"Tempat-tempat yang selama ini kita hafal dalam rute geografis seperti mendapatkan jiwa melalui cerita di balik batu, gunung, jalanan, tanah, air, dan roh-roh yang bertutur. Beberapa naskah menunjukkan kecakapan tak hanya dalam bercerita, tetapi juga menafsir tema ke pokok persoalan yang lebih beragam seperti identitas, kesenian, sejarah, gender, hingga kekerasan," papar Hasta.
Pada malam puncak, TBY akan memberikan penghargaan kepada para pemenang yang terdiri atas Juara 1, Juara 2, Juara 3, serta Juara Harapan 1 dan Juara Harapan 2.
Selain penganugerahan, acara tersebut juga menjadi momentum peluncuran buku antologi Tutur Tumurun Jilid II. Buku tersebut memuat lima karya pemenang serta 15 cerita pendek pilihan dewan juri.
Pesta Cerita tidak hanya menghadirkan rangkaian penghargaan dan peluncuran buku. Malam selebrasi tersebut juga akan diramaikan dengan sejumlah pertunjukan seni lintas disiplin.
Melalui penutupan Program Tutur Tumurun 2026, Taman Budaya Yogyakarta kembali menegaskan upayanya dalam menggali folklor lokal sekaligus mendorong regenerasi penulis muda di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dengan begitu, Pesta Cerita diharapkan menjadi ruang perayaan bagi karya sastra, kebudayaan, dan proses kreatif para penulis muda yang selama ini terlibat dalam Program Tutur Tumurun 2026. (Scp/Ard)