news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mentan RI, Amran Sulaiman meminta dugaan permainan harga ayam dan telur dalam rantai distribusi ditelusuri dan ditindak tegas kepada awak media saat kunjungan kerja di wilayah DI Yogyakarta, Kamis (15/10/2026)..
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Anomali Harga Ayam dan Telur Bikin Geger, Mentan Minta Mafia Pangan Disikat

Anomali harga ayam dan telur menjadi sorotan pemerintah seusai memicu aksi unjuk rasa di masyarakat.
Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:36 WIB
Reporter:
Editor :

Sleman, tvOnenews.com - Anomali harga ayam dan telur menjadi sorotan pemerintah seusai memicu aksi unjuk rasa di masyarakat.

Peternak mengeluhkan harga jual yang rendah di tingkat produsen, sementara konsumen masih harus membayar mahal untuk mendapatkan harga pangan sumber protein tersebut.

Kondisi ini mendorong Menteri Pertanian (Mentan) RI, Amran Sulaiman meminta dugaan permainan harga dalam rantai distribusi ditelusuri dan ditindak tegas.

Amran menilai ketimpangan harga di tingkat produsen dan konsumen perlu menjadi perhatian serius. Ia mencontohkan, harga ayam di tingkat peternak berkisar di angka Rp20.000-Rp21.000 per kilogram (kg).

Namun di tingkat konsumen meningkat Rp42.000-Rp45.000 per kg. Begitu pula telur seharga Rp30.000 per kg, kini melonjak Rp40.000 per kg.

"Ini anomali harga ayam dan telur. Di peternak 20-21 ribu rupiah per kilo, tapi diujung ayamnya (konsumen) 42-45 ribu per kilo. Telur juga demikian 30 ribu hampir 40 ribu per kilo. Yang berteriak produsen kemudian juga konsumen. Artinya ada middle man yang tidak sehat," tuturnya saat kunjungan kerja di wilayah DI Yogyakarta, Kamis (15/10/2026).

Atas persoalan ini, Amran meminta instansi Polri untuk mengusut dugaan permainan harga yang dilakukan oleh mafia pangan.

"Kami sudah menyurat ke bapak Kapolri. Insya Allah kita beresin. Pak Kapolri sekarang pergerakannya cepat," ujarnya.

Menurutnya, pengawasan mengenai ketimpangan harga juga berlaku untuk pupuk, minyak goreng dan beras mengingat ketiga komoditas itu disubsidi pemerintah.

"Terutama beras fortifikasi. Harganya harusnya Rp13.500 dijual Rp56.000, Rp40.000, Rp30.000. Ini sangat tidak sehat, kami akan perbaiki," kata Amran.

Terkait upaya menyejahterakan peternak, Mentan telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar menyerap telur di peternak dengan harga Rp26.500 per kg. Meski begitu, mentan masih menemukan pihak yang membeli telur di harga kisaran Rp20.000-Rp21.000 per kg.

"Kami bicara kemarin ternyata ada yang tidak patuh tetap membeli dengan harga rendah 20-21 ribu. Itu tidak boleh terjadi nanti satgas akan turun ini ndak benar," kata Amran.

Ia juga menyoroti harga pakan yang ada di Bulog SPHP agar diturunkan segera. Menurutnya, keberadaan IDFOOD mengambil peran dalam menstabilkan harga. Pakan yang dikeluarkan pemerintah melalui IDFOOD harganya Rp8.630, sementara di luar harganya Rp10.000-Rp12.000. 

"Itulah tujuan pemerintah dengan keberadaan IDFOOD. Ini Menguntungkan peternak," ucapnya. 

Ia juga menegaskan, harga telur dan ayam tidak boleh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Disebutakn, HET telur berada di angka Rp30.000 per kg, sementara ayam Rp40.000 per kg. (scp/buz)

 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral