news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

CEO Danantara Rosan Roeslani..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Investasi Semester I 2026 Tembus Rp1.010,6 Triliun, Rosan Klaim Serap 1,44 Juta Tenaga Kerja

Menteri Investasi Rosan Roeslani memaparkan hingga semester I 2026, realisasi investasi telah menembus Rp1.010,6 triliun, atau hampir setengah dari target tahunan pemerintah.
Kamis, 16 Juli 2026 - 15:19 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan arus investasi ke Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah tekanan geopolitik dan geoekonomi global.

Hingga semester I 2026, realisasi investasi telah menembus Rp1.010,6 triliun, atau hampir setengah dari target tahunan pemerintah, sekaligus menyerap sekitar 1,44 juta tenaga kerja.

Dia menyebut capaian tersebut menjadi sinyal bahwa kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia masih tetap terjaga meskipun dunia masih dibayangi berbagai ketidakpastian.

“Boleh kami sampaikan sedikit bahwa memang di tengah masih tantangan geopolitik maupun geoekonomi dunia, alhamdulillah bisa saya sampaikan di sini komitmen dari para investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia atau foreign direct investment ini masih in line dengan target yang dicanangkan, yang kita set up oleh Bappenas kepada kami untuk tahun di 2026 ini,” kata Rosan di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026).

Pemerintah menargetkan realisasi investasi sepanjang 2026 mencapai Rp2.041,3 triliun. Hingga Januari–Juni 2026, investasi yang telah direalisasikan mencapai Rp1.010,6 triliun, atau 49,5 persen dari target tahunan. Nilai tersebut juga tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Dari target di tahun 2026 ini, total target secara keseluruhan adalah Rp2.041,3 triliun. Dan pada semester pertama, atau dari Januari sampai dengan Juni ini di 2026, pencapaian yang sudah dilakukan pengeluaran atau spending oleh para investor di Indonesia itu mencapai Rp1.010,6 triliun, atau peningkatan 7,2 persen year-on-year. Dan ini target sesuai dengan target kami itu adalah 49,5 persen dari total target dalam satu tahun,” ujarnya.

Rosan menegaskan, selain nilai investasi yang meningkat, dampak terbesar terlihat dari penciptaan lapangan kerja. Realisasi investasi pada semester pertama tahun ini mampu menyerap 1.448.862 tenaga kerja, meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dan yang paling penting adalah kita bisa lihat di sini, penyerapan tenaga kerjanya itu mencapai 1.448.862 orang, atau kurang lebih peningkatan 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.

Dari sisi sumber investasi, kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat hampir berimbang. PMDN mencapai Rp502,9 triliun atau sekitar 49,8 persen dari total realisasi investasi, sementara PMA membukukan Rp507,6 triliun.

“Kemudian PMA-PMDN-nya, ini juga relatif hampir sama. Total investasi dalam negerinya mencapai Rp502,9 triliun atau 49,8 persen, dan PMA-nya ini mencapai Rp507,6 triliun,” ungkap Rosan.

Penyebaran investasi juga menunjukkan keseimbangan antara Pulau Jawa dan luar Jawa. Investasi di Pulau Jawa tercatat sebesar Rp502,8 triliun atau 49,8 persen dari total realisasi dengan pertumbuhan 7,7 persen secara tahunan. Sementara itu, investasi di luar Jawa mencapai Rp507,8 triliun atau sekitar 50,2 persen, meningkat 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau kita lihat di pojok sebelah kiri, ini perbandingan Jawa dan luar Jawa, sepertinya kembali lagi hampir sama; di Jawa ini 49,8 persen atau Rp502,8 triliun atau peningkatan 7,7 persen, sedangkan luar Jawa peningkatan 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya atau Rp507,8 triliun,” pungkasnya. (agr/rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:35
01:10
01:48
08:00
01:13
06:45

Viral