- Wildan-tvOnenews.com
Rupiah Menguat ke Rp17.913 per Dolar AS Usai Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Sebesar 5,29 Persen
Jakarta, tvOnenews.com - Rupiah menguat ke Rp17.913 per dolar Amerika Serikat (AS) usai rilis pertumbuhan ekonomi kuartal II sebesar 5,29 persen.
Berdasarkan data Jisdor BI, kurs rupiah berada di level Rp17.937 per dolar AS pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Posisi rupiah menguat 100 poin dari kurs sebelumnya di level Rp18.037 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026.
Pada Kamis, 6 Agustus 2026 hingga pukul 09.03 WIB rupiah ditransaksikan di Rp17.913 per dolar AS.
Posisi rupiah menguat 20 poin atau 0,11 persen dari posisi sebelumnya di level Rp17.933 per dolar AS.
Dalam riset hariannya, Pengamat Ekonomi dan Pasar Uang Ibrahim Assuaibi memaparkan BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen secara year-on-year (yoy) pada kuartal II-2026.
Sementara itu, berdasarkan besaran PDB pada kuartal II-2026 atas dasar harga berlaku sebesar Rp6.552,1 triliun dan atas dasar harga konstan senilai Rp3.576,2 triliun.
Apabila dibandingkan dengan kuartal I-2026, ekonomi tumbuh sebesar 3,73 persen. Akan tetapi, apabila dibandingkan dengan semester I-2025, PDB tumbuh sebesar 5,45 persen.
Data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 berbanding terbalik dengan para ekonom yang memprediksi pertumbuhan ekonomi akan berada antara 4,8—4,9 persen.
"Mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp17.930-Rp17.980," ujarnya.
Sebagai informasi, pasar merespons positif pernyataan Qatar yang menyatakan bahwa para mediator telah mencapai kemajuan dalam upaya mengakhiri perang.
Hal itu mendorong penurunan harga minyak, meskipun Teheran membantah pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa perundingan sudah berlangsung.
Harga minyak Brent ditutup di bawah US$80 per barel pada Selasa untuk pertama kalinya sejak 13 Juli 2026. (Mohammad Yudha Prasetya/VIVA/nsi)