- Istimewa
Seperti Apa Sih Ciri-ciri UMKM Naik Kelas? Inilah Contoh Contohnya Lewat Pengembangan Layanan yang Memuaskan
Jakarta, tvOnenews.com - Istilah UMKM naik kelas semakin sering digaungkan pemerintah sebagai upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang dan memiliki daya saing lebih luas.
UMKM naik kelas pada dasarnya merupakan proses transformasi usaha untuk meningkatkan skala bisnis, produktivitas, kualitas produk hingga jangkauan pasar.
UMKM yang naik kelas tidak selalu berarti harus langsung menjadi perusahaan besar. Perubahan tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, seperti meningkatnya omzet, pengelolaan usaha yang lebih profesional, memiliki legalitas lengkap, hingga mulai memanfaatkan teknologi digital dalam operasional dan pemasaran. Dengan demikian, ukuran keberhasilan tidak hanya dilihat dari besarnya pendapatan, tetapi juga dari kemampuan usaha berkembang secara berkelanjutan.
Secara umum, bentuk UMKM naik kelas dapat terlihat dari beberapa aspek. Pertama, peningkatan skala usaha, misalnya dari usaha mikro yang berkembang menjadi usaha kecil.
Kedua, digitalisasi, seperti menggunakan marketplace, media sosial, pembayaran digital, hingga teknologi kecerdasan buatan (AI).
Ketiga, peningkatan kualitas produk dan kemasan agar mampu masuk ke pasar yang lebih luas. Keempat, perluasan akses pembiayaan dan rantai pasok, termasuk menjadi pemasok bagi perusahaan atau industri yang lebih besar.
Manfaat UMKM naik kelas juga tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha. Ketika bisnis berkembang, kapasitas produksi dapat meningkat, pasar semakin luas, dan kebutuhan tenaga kerja bertambah sehingga menciptakan lapangan pekerjaan.
Di sisi lain, UMKM yang memiliki legalitas, pencatatan keuangan dan standar produk yang lebih baik juga akan memiliki peluang lebih besar memperoleh pembiayaan serta masuk ke jaringan bisnis yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.
Karena itu, UMKM naik kelas dapat dipahami sebagai proses meningkatkan kemampuan usaha secara menyeluruh, bukan sekadar mengejar kenaikan omzet.
Pelaku usaha perlu memperkuat produk, pelayanan, teknologi, sumber daya manusia, akses modal, hingga pengalaman pelanggan. Transformasi tersebut pada akhirnya membuat UMKM lebih siap menghadapi persaingan sekaligus membuka peluang untuk masuk ke segmen pasar baru.
UMKM Batik Wolter Contoh UMKM Naik Kelas
Salah satu contoh pengembangan usaha melalui peningkatan kualitas layanan ditunjukkan oleh Batik Wolter, brand batik tulis premium yang menghadirkan layanan bespoke dan custom tailoring untuk pria. Pada 11 Agustus 2026, Batik Wolter berkolaborasi dengan Goldenbird, layanan transportasi premium dari Bluebird Group, untuk menghadirkan Complimentary Airport Transfer bagi pelanggan dari luar kota maupun mancanegara.
Melalui layanan tersebut, pelanggan yang memenuhi syarat dan ketentuan dapat memperoleh transportasi premium tanpa biaya tambahan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju butik Batik Wolter maupun sebaliknya.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengembangan usaha tidak hanya dapat dilakukan melalui penambahan produk. Customer experience atau pengalaman pelanggan juga menjadi bagian penting dari strategi pengembangan bisnis. Batik Wolter memperluas layanan hingga ke perjalanan pelanggan sejak tiba di Jakarta sebelum akhirnya datang ke butik.
“Ketika berbicara tentang customer experience, kita sering kali hanya memikirkan apa yang terjadi ketika pelanggan berada di dalam butik. Bagi kami, pengalaman itu sebenarnya dimulai jauh sebelumnya. Kami ingin pelanggan, terutama mereka yang datang dari luar kota dan luar negeri, dapat menikmati perjalanan yang nyaman dan praktis sejak tiba di Jakarta,” ujar Founder Batik Wolter Abel Hesed.
Pengembangan tersebut dilakukan seiring bertambahnya pelanggan Batik Wolter yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara, termasuk Singapura dan Malaysia. Bagi konsumen tersebut, kualitas produk bukan satu-satunya pertimbangan. Kemudahan dan kenyamanan selama proses berbelanja juga menjadi bagian dari pengalaman yang semakin diperhatikan.
Banyak Layanan Pendukung Contoh UMKM Naik Kelas
Sebelum menghadirkan layanan transportasi tersebut, Batik Wolter telah mengembangkan sejumlah layanan pendukung. Di antaranya personal color analysis untuk membantu pelanggan menemukan warna yang sesuai, home shopping service yang memberikan fleksibilitas dalam berbelanja, serta exhibition corner di setiap butik untuk memperkenalkan kekayaan dan cerita di balik batik Indonesia.
Kini, melalui Complimentary Airport Transfer bersama Goldenbird, pengembangan pengalaman pelanggan diperluas hingga perjalanan menuju dan dari butik. Pemilihan Goldenbird sebagai mitra dilakukan dengan mempertimbangkan kesamaan perhatian terhadap kualitas layanan, kenyamanan, profesionalisme, serta detail dalam melayani pelanggan.
Kehadiran layanan tersebut diharapkan membuat pelanggan yang baru tiba di Jakarta dapat mengunjungi butik Batik Wolter dengan lebih mudah tanpa harus mengatur transportasi secara mandiri.
“Batik bukan hanya produk yang dikenakan, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya dan keramahan Indonesia yang ingin kami perkenalkan kepada setiap pelanggan. Karena itu, kami ingin pengalaman tersebut tidak berhenti pada produknya saja, tetapi juga terasa melalui cara kami menyambut dan melayani mereka,” kata Abel.
Bagi pelaku UMKM, pengembangan seperti yang dilakukan Batik Wolter dapat menjadi gambaran bahwa proses naik kelas dapat dilakukan melalui berbagai sisi. Peningkatan kualitas produk, pelayanan, pemanfaatan teknologi, perluasan pasar hingga membangun kemitraan strategis merupakan bagian dari transformasi yang dapat memperkuat posisi usaha.
Pada akhirnya, UMKM naik kelas bukan berarti meninggalkan karakter usaha yang sudah dibangun. Sebaliknya, proses tersebut dapat dilakukan dengan mempertahankan kekuatan utama bisnis sembari meningkatkan standar pengelolaan dan pengalaman yang diberikan kepada pelanggan.
Dengan pendekatan tersebut, UMKM memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, membangun loyalitas pelanggan, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing di pasar nasional maupun internasional. (nsp)