- Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com
Airlangga Ungkap 2 Cara Bikin UMKM Naik Kelas: Pembiayaan Rp2.000 Triliun hingga AI
Jakarta, tvOnenews.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan langkah pemerintah untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas.
Ada dua hal yang menjadi perhatian dalam upaya tersebut, yakni memperluas akses pembiayaan dan mendorong pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Airlangga menyampaikan pemerintah mengusulkan peningkatan target pembiayaan UMKM dari Rp1.500 triliun menjadi Rp2.000 triliun. Usulan tersebut disampaikan Airlangga dalam acara UMKM Finance Summit 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Selasa (11/8/2026).
"Saya ingin menyampaikan, kami akan naikkan target pembiayaan ke UMKM dari Rp1.500 triliun, menjadi Rp2.000 triliun," kata Airlangga.
1. Perluasan Pembiayaan UMKM hingga Rp2.000 Triliun
Langkah pertama yang didorong pemerintah adalah memperluas akses pembiayaan bagi UMKM.
Target pembiayaan UMKM yang sebelumnya berada di angka Rp1.500 triliun diusulkan naik Rp500 triliun menjadi Rp2.000 triliun.
Kenaikan target tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan pembiayaan, khususnya bagi pelaku UMKM yang selama ini belum mendapatkan pembiayaan dalam skala yang sesuai dengan kebutuhan usahanya.
Airlangga melihat masih terdapat kelompok UMKM yang berada di tengah-tengah. Kelompok tersebut dinilai memiliki potensi untuk berkembang, tetapi belum mendapatkan akses pembiayaan yang memadai.
Karena itu, peningkatan target pembiayaan diharapkan dapat membuka kesempatan lebih besar bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan skala usahanya.
"Ini upaya kita untuk mendorong agar UMKM yang berada di tengah-tengah bisa naik kelas," terang Airlangga.
Perluasan pembiayaan tersebut tidak hanya diarahkan kepada UMKM yang sudah memiliki akses ke lembaga pembiayaan. Pemerintah juga ingin memperluas jangkauan kepada pelaku usaha yang masih menghadapi kesenjangan akses pembiayaan.
Dengan tambahan target Rp500 triliun, pembiayaan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak UMKM yang memiliki potensi berkembang.
2. Dorong UMKM Manfaatkan Teknologi AI
Selain pembiayaan, Airlangga menilai pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting dalam mendorong UMKM naik kelas.
Salah satu teknologi yang didorong adalah kecerdasan buatan atau AI. Teknologi tersebut dinilai dapat menjadi pengungkit dalam pengelolaan usaha UMKM di tengah perkembangan teknologi yang semakin luas.
Airlangga menyoroti jumlah pelaku UMKM yang mencapai sekitar 54 juta. Dengan jumlah tersebut, pemanfaatan teknologi dinilai menjadi bagian penting dalam pengelolaan usaha.
"Jadi kalau untuk mengelola usaha, di mana ada 54 juta pelaku UMKM, memang tidak ada cara lain kecuali menggunakan AI," ujar Airlangga.
Menurut Airlangga, penggunaan AI menjadi salah satu bagian dari upaya untuk membantu UMKM memanfaatkan perkembangan teknologi dalam menjalankan usahanya.
Dorongan digitalisasi tersebut menjadi pelengkap dari upaya memperluas pembiayaan. Jika pembiayaan memberikan ruang bagi UMKM untuk mengembangkan usaha, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu pengungkit dalam pengelolaan bisnis.
UMKM di Tengah Jadi Sasaran
Airlangga menekankan perluasan pembiayaan ditujukan untuk mengisi kesenjangan akses yang masih dihadapi pelaku UMKM.
Kelompok UMKM yang berada di tengah menjadi perhatian karena dinilai memiliki potensi untuk berkembang dan meningkatkan skala bisnis apabila memperoleh dukungan yang sesuai.
Melalui target pembiayaan yang dinaikkan menjadi Rp2.000 triliun, pemerintah ingin membuka ruang lebih besar agar kelompok usaha tersebut memperoleh pendanaan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi mendorong UMKM agar tidak berhenti pada skala usaha yang sama, tetapi memiliki kesempatan untuk berkembang atau naik kelas.
Pembiayaan dan Digitalisasi Jadi Pengungkit
Jika dirangkum dari penjelasan Airlangga, terdapat dua bentuk perluasan yang menjadi perhatian pemerintah untuk mendorong UMKM naik kelas.
Pertama, perluasan akses pembiayaan dengan meningkatkan target dari Rp1.500 triliun menjadi Rp2.000 triliun. Tambahan target Rp500 triliun tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan pembiayaan, terutama bagi UMKM yang memiliki potensi berkembang tetapi masih menghadapi kesenjangan akses.
Kedua, perluasan pemanfaatan teknologi digital, khususnya AI. Dengan jumlah pelaku UMKM yang mencapai sekitar 54 juta, Airlangga menilai pemanfaatan AI menjadi bagian penting dalam pengelolaan usaha.
Kedua langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong UMKM naik kelas. Pembiayaan diperluas agar semakin banyak pelaku usaha memperoleh akses pendanaan, sementara teknologi didorong untuk membantu pengelolaan usaha di tengah perkembangan digital.