news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita dan tim saat berbincang dengan local hero dan perangkat desa di Desa Kuta, Lombok.
Sumber :
  • Pertamina

Ajang Balapan Jadi Magnet, Pertamina Dorong Homestay Lokal Naik Kelas

Pertamina melalui gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 turut mendorong perekonomian para pelaku homestay di sekitar kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok.
Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:40 WIB
Reporter:
Editor :

Arya berharap berbagai program tersebut dapat membuat manfaat Pertamina Grand Prix Of Indonesia tidak berhenti ketika balapan selesai. amenurutnya, wisatawan tidak hanya datang ketika event berlangsung, tetapi juga berkunjung ke Mandalika sepanjang tahun.

"Event tahunan ini tidak setiap hari, tapi turis yang datang ke sini kan setiap hari. Artinya mereka juga bisa mengelola itu menjadi hal yang menarik. Nah, ini yang tentunya kita latih dan kita edukasi sekarang," tuturnya.

Bani, pemilik homestay di sekitar kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok
Sumber :
  • Pertamina

Salah satu pemilik homestay, Bani mengatakan, peningkatan permintaan kamar mulai terasa dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut terjadi di tengah tren pariwisata yang biasanya mulai menurun pada Oktober.

Menurutnya, kehadiran Pertamina Grand Prix Of Indonesia membuat tingkat hunian homestay di Kuta dan sekitarnya justru meningkat signifikan.

"Dengan adanya Pertamina Grand Prix Of Indonesia ini karena demand yang begitu banyak, jadi kita menaikkan sedikit harga dari harga pada umumnya. Dalam satu minggu terakhir ini peningkatan jumlah okupansi pada homestay sangat tinggi untuk seluruh wilayah Kuta dan sekitarnya," ujar pemilik Mong Bungalows itu.

Pada kondisi normal, tarif kamar di homestay miliknya berkisar Rp350 ribu hingga Rp500 ribu per malam, tergantung musim. Namun, tingginya permintaan selama periode MotoGP membuat tarif mengalami penyesuaian.

Bani mengapresiasi program tersebut karena memberikan tambahan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengelola homestay secara lebih profesional. Terlebih, sebagian pengelola homestay tidak memiliki latar belakang pendidikan pariwisata.

“Dengan adanya program ini, kami sebagai owner memiliki keahlian yang tersertifikasi dan juga bisa meningkatkan mutu dari homestay kami, baik pelayanan maupun tata kelola homestay yang lebih profesional,” katanya.

Bagi pelaku homestay lainnya, dampak ekonomi yang dirasakan bahkan lebih besar. Reddy Mardani atau Dani, perwakilan Mango Room Mandalika mengatakan, harga kamar yang biasanya dipatok sekitar Rp600 ribu per malam meningkat hingga Rp2 juta selama gelaran Pertamina Grand Prix Of Indonesia. Seluruh kamar yang ditawarkan dengan harga tersebut pun laku terjual.

"Walaupun event-nya hanya tiga hari, kami bisa menjualnya mungkin tiga kali lipat. Kami menjual dengan harga Rp2 juta per malam dan itu laku semua," kata Dani.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral