- Istimewa
Mudahnya Mengubah Saldo Emas Digital Menjadi Fisik Lewat ATM
Jakarta, tvOnenews.com - PT Pegadaian (Persero) secara resmi memperkenalkan inovasi teranyarnya berupa Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Emas guna mempermudah masyarakat mengakses kepemilikan emas batangan dengan cepat dan praktis.
Layanan ini telah terkoneksi secara digital dengan aplikasi Tring! by Pegadaian. Melalui fasilitas tersebut, masyarakat bisa mencetak dan mengonversi saldo Tabungan Emas digital menjadi emas fisik secara instan.
Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan menyatakan bahwa peresmian ATM Emas menjadi fondasi penting perusahaan untuk mematangkan ekosistem bulion yang inklusif, terintegrasi, serta tepercaya.
"Hadirnya ATM Emas Pegadaian yang bertepatan dengan satu tahun perjalanan aplikasi Tring! merupakan langkah konkret kami dalam menghadirkan ekosistem bulion yang semakin inklusif, modern, dan tepercaya di Indonesia," ujar Damar, Jumat (16/10).
Diketahui, inovasi tersebut menjadi wujud nyata komitmen Pegadaian dalam memperluas jangkauan investasi logam mulia. Di samping itu, perusahaan berupaya menyajikan pengalaman bertransaksi yang serbacepat, responsif, serta aman di tengah masifnya era adopsi layanan keuangan berbasis digital.
Kemudian, nasabah diberikan fleksibilitas untuk penarikan emas batangan murni melalui perangkat ATM Emas, mulai dari bobot 1 gram hingga 100 gram. Hal ini tergantung ketersediaan stok pada mesin.
Adapun produk emas fisik yang disalurkan berupa pencetakan dari Galeri 24. Untuk itu, ia menegaskan, gebrakan ini menunjukkan posisi Pegadaian sebagai pionir Bullion Bank.
"Yang senantiasa berinovasi dengan menghadirkan kepraktisan, keamanan, dan transparansi demi mendukung visi besar untuk MengEMASkan Indonesia," terangnya.
Kemudahan Transaksi Fisik via Aplikasi Tring!
Pengintegrasian jaringan ATM Emas dengan aplikasi Tring! memungkinkan seluruh tahapan penarikan emas berjalan mandiri (self-service).
Prosedurnya terbilang sangat mudah. Nasabah cukup menentukan menu transaksi di dalam aplikasi, melakukan pemindaian kode QR yang muncul di layar monitor mesin, menyetujui konfirmasi pembayaran, lalu memasukkan kode verifikasi unik sesuai panduan.
Seketika seluruh proses validasi rampung, emas batangan fisik akan langsung keluar dari mesin untuk diambil oleh nasabah.
Terobosan ini menjadi solusi efektif bagi nasabah yang mulanya wajib mengajukan permohonan cetak emas terlebih dahulu serta menunggu estimasi waktu pembuatan sebelum bisa mengambil hasilnya di outlet.
Melalui mekanisme modern ini, alur pengubahan aset emas digital menjadi fisik kini jauh lebih ringkas, efisien, serta efisiensi waktu dapat dicapai secara maksimal.
Menjamin Transparansi dan Keamanan Aset Digital
Kehadiran unit ATM Emas juga diproyeksikan mampu menjawab keraguan publik mengenai kepastian ketersediaan emas fisik di balik saldo Tabungan Emas digital.
Pihak Pegadaian menegaskan bahwa operasional transaksi senantiasa berpatokan pada prinsip rasio 1:1. Penjelasannya, setiap gram emas digital milik nasabah dijamin ketersediaan bentuk fisiknya secara presisi di brankas (vault) penyimpanan Pegadaian sesuai kesepakatan akad.
Penerapan komitmen ini bertujuan untuk memperkuat tingkat kepercayaan investor terhadap instrumen emas digital, sembari memanjakan nasabah yang membutuhkan bentuk fisik emas kapan saja.
Sementara itu, Kepala Departemen Bulion Pegadaian, Erika Nurfitriyani menyampaikan pandangannya terkait tata kelola dan efisiensi ekosistem bulion ini. Draf usulan untuk dikonfirmasi sebelum publikasi sebagai berikut:
"ATM Emas merupakan bagian dari pengembangan ekosistem bulion Pegadaian yang menghubungkan kepemilikan emas digital dengan akses terhadap emas fisik. Melalui fasilitas ini, nasabah mendapatkan alternatif yang lebih praktis untuk memperoleh emas batangan sesuai saldo, denominasi, dan ketentuan transaksi yang berlaku. Kami berharap inovasi ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperluas pemanfaatan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang."
Bukan cuma berfokus pada kemudahan alur, sistem keamanan aset tetap ditempatkan pada standar tertinggi. Pegadaian telah mengantongi sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 khusus untuk divisi layanan penyimpanan (custody services).
Jangkau Pasar Investasi Emas Wilayah Jakarta
Pelaksana Harian Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil IX Jakarta 2, Agustina Setiawati mengungkapkan bahwa, penyediaan fasilitas ATM Emas merupakan manifestasi nyata perusahaan dalam mendekatkan akses instrumen investasi emas kepada publik, khususnya masyarakat ibu kota.
"Nasabah yang melalui integrasi dengan aplikasi Tring! kini memiliki kendali penuh untuk mengonversi saldo emas digital menjadi emas fisik secara instan. Kami juga memastikan transparansi penuh dengan rasio 1:1 antara kepemilikan emas digital dan fisik yang tersimpan aman di Pegadaian," kata Agustina.
Bangun Ekosistem Bulion yang Transparan
Penyediaan layanan ATM Emas beriringan dengan langkah strategis Pegadaian dalam menopang industri bulion nasional. Pihak manajemen memastikan seluruh aktivitas investasi, baik fisik maupun digital, dijalankan secara patuh hukum dan berpedoman pada kaidah syariah.
Langkah ini merujuk pada landasan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Nomor 166 terkait Kegiatan Usaha Bulion Berdasarkan Prinsip Syariah.
Dengan memadukan aplikasi Tring! dan sarana fisik ATM Emas, Pegadaian berhasil menghadirkan solusi transaksi yang efisien sekaligus membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk berinvestasi. (dpi)