- ist
Jangan Tertipu Lowongan Kerja Palsu! Pegadaian Ungkap 6 Ciri Rekrutmen Loker Bodong
Untuk menghindari risiko tersebut, pencari kerja perlu memperhatikan enam hal berikut.
Pertama, periksa sumber informasi lowongan. Pastikan pengumuman berasal dari situs atau akun media sosial resmi perusahaan. Periksa juga alamat email pengirim dan jangan langsung mempercayai pesan yang hanya menggunakan nama, logo, atau foto perusahaan.
Kedua, jangan membayar biaya rekrutmen. Waspadai permintaan uang untuk administrasi, reservasi tiket, hotel, maupun biaya lain yang dijanjikan akan dikembalikan. Jika menemukan permintaan semacam ini, hentikan transaksi dan lakukan verifikasi melalui kanal resmi perusahaan.
Ketiga, teliti dokumen panggilan kerja. Surat yang mencurigakan dapat memiliki banyak kesalahan ketik, tata bahasa yang tidak rapi, penggunaan tanda seru atau huruf kapital secara berlebihan, serta format dokumen yang tampak tidak profesional. Perhatikan pula logo, warna, ukuran, dan foto seragam perusahaan yang digunakan.
2. Enam Tanda Lowongan Kerja Bodong yang Perlu Dikenali
Selain permintaan uang dan dokumen yang mencurigakan, ada beberapa indikator lain yang perlu diperhatikan sebelum mengikuti proses seleksi.
Keempat, verifikasi alamat dan nomor kontak. Periksa lokasi kantor melalui Google Maps dan bandingkan informasi alamat dengan situs resmi perusahaan. Nomor telepon yang digunakan perekrut juga perlu diperiksa melalui kanal verifikasi yang tersedia.
Namun, hasil pencarian lokasi atau identitas nomor telepon bukan jaminan mutlak bahwa pihak tersebut resmi.
Kelima, jangan mudah tergiur gaji fantastis. Penawaran gaji yang jauh di atas standar pasar untuk posisi dengan persyaratan pengalaman minimal patut dicermati, terutama jika disertai janji diterima tanpa seleksi yang jelas.
Pelaku sering menggunakan iming-iming penghasilan besar untuk mendorong korban mengambil keputusan terburu-buru.
Keenam, perhatikan tahapan seleksi yang tidak wajar. Rekrutmen profesional umumnya memiliki proses yang disesuaikan dengan kebutuhan posisi, seperti seleksi administrasi, tes kemampuan teknis, psikotes, Leaderless Group Discussion (LGD), wawancara, hingga pemeriksaan kesehatan.
Tidak semua perusahaan menerapkan seluruh tahapan tersebut, tetapi proses yang terlalu mudah, tergesa-gesa, atau langsung menjanjikan kelulusan tanpa evaluasi patut diwaspadai.
Keenam indikator tersebut dapat membantu pencari kerja menilai kejanggalan sejak awal. Jika menemukan informasi yang meragukan, jangan terburu-buru mengirimkan dokumen sensitif, memberikan kode verifikasi, atau melakukan pembayaran sebelum identitas perekrut dipastikan.