news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Jangan Tertipu Lowongan Kerja Palsu! Pegadaian Ungkap 6 Ciri Rekrutmen Loker Bodong.
Sumber :
  • ist

Jangan Tertipu Lowongan Kerja Palsu! Pegadaian Ungkap 6 Ciri Rekrutmen Loker Bodong

Waspada penipuan lowongan kerja yang mengatasnamakan perusahaan besar. Pegadaian membagikan enam cara mengenali rekrutmen palsu agar pencari kerja terhindar
Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:59 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Mendapatkan panggilan wawancara kerja seharusnya menjadi kabar menggembirakan bagi para pencari kerja. Namun, kesempatan yang dinantikan itu justru bisa menjadi pintu masuk penipuan ketika informasi rekrutmen yang diterima ternyata palsu. 

Pelaku memanfaatkan harapan kandidat untuk mendapatkan pekerjaan dengan menawarkan posisi menarik, mengirim surat panggilan wawancara, hingga meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan.

Modus penipuan berkedok rekrutmen juga semakin beragam seiring mudahnya penyebaran informasi melalui internet dan media sosial. 

Tak hanya mencatut nama perusahaan besar, oknum tidak bertanggung jawab dapat menggunakan identitas figur publik, logo perusahaan, serta dokumen yang dibuat menyerupai surat resmi untuk meyakinkan calon korban.

Situasi ini membuat pencari kerja perlu lebih cermat sebelum mengirimkan data pribadi, mengikuti tahapan seleksi, atau memenuhi permintaan pihak yang mengaku sebagai perekrut. 

Direktur Human Capital PT Pegadaian, Tribuana Tunggadewi, mengingatkan masyarakat agar mengenali ciri-ciri rekrutmen palsu, terutama yang mengatasnamakan perusahaan tersebut. 

Salah satu tanda paling penting adalah adanya permintaan pembayaran selama proses seleksi. Berikut 6 ciri lowongan kerja palsu yang patut diwaspadai:

1. Diminta Transfer Uang hingga Membeli Tiket? Waspadai Modus Rekrutmen Palsu

Menurut Tribuana Tunggadewi, salah satu modus yang kerap ditemukan adalah surat panggilan wawancara di kantor Pegadaian yang mewajibkan pelamar membeli tiket transportasi atau akomodasi melalui agen perjalanan tertentu. 

Pelaku biasanya menjanjikan penggantian biaya atau reimbursement setelah kandidat melakukan pembayaran.

Modus lainnya berupa undangan wawancara daring melalui aplikasi rapat virtual yang disertai permintaan transfer uang. Dengan memanfaatkan antusiasme pelamar, pelaku berusaha membuat permintaan tersebut terlihat sebagai bagian dari prosedur penerimaan karyawan.

"Modus penipuan rekrutmen saat ini kian beragam. Salah satu yang paling sering dijumpai adalah pengiriman surat panggilan wawancara di kantor Pegadaian yang mewajibkan pelamar membeli tiket transportasi atau akomodasi melalui agen travel tertentu dengan iming-iming penggantian biaya (reimbursement), hingga pendaftaran wawancara daring via aplikasi rapat daring yang meminta transfer sejumlah uang. Kami tegaskan bahwa PT Pegadaian (Persero) tidak pernah memungut biaya apapun selama proses seleksi, tidak pernah bekerja sama dengan agen travel mana pun, dan tidak pernah membebankan biaya akomodasi kepada calon pelamar," tegas Dewi.

Untuk menghindari risiko tersebut, pencari kerja perlu memperhatikan enam hal berikut.

Pertama, periksa sumber informasi lowongan. Pastikan pengumuman berasal dari situs atau akun media sosial resmi perusahaan. Periksa juga alamat email pengirim dan jangan langsung mempercayai pesan yang hanya menggunakan nama, logo, atau foto perusahaan.

Kedua, jangan membayar biaya rekrutmen. Waspadai permintaan uang untuk administrasi, reservasi tiket, hotel, maupun biaya lain yang dijanjikan akan dikembalikan. Jika menemukan permintaan semacam ini, hentikan transaksi dan lakukan verifikasi melalui kanal resmi perusahaan.

Ketiga, teliti dokumen panggilan kerja. Surat yang mencurigakan dapat memiliki banyak kesalahan ketik, tata bahasa yang tidak rapi, penggunaan tanda seru atau huruf kapital secara berlebihan, serta format dokumen yang tampak tidak profesional. Perhatikan pula logo, warna, ukuran, dan foto seragam perusahaan yang digunakan.

2. Enam Tanda Lowongan Kerja Bodong yang Perlu Dikenali

Selain permintaan uang dan dokumen yang mencurigakan, ada beberapa indikator lain yang perlu diperhatikan sebelum mengikuti proses seleksi.

Keempat, verifikasi alamat dan nomor kontak. Periksa lokasi kantor melalui Google Maps dan bandingkan informasi alamat dengan situs resmi perusahaan. Nomor telepon yang digunakan perekrut juga perlu diperiksa melalui kanal verifikasi yang tersedia. 

Namun, hasil pencarian lokasi atau identitas nomor telepon bukan jaminan mutlak bahwa pihak tersebut resmi.

Kelima, jangan mudah tergiur gaji fantastis. Penawaran gaji yang jauh di atas standar pasar untuk posisi dengan persyaratan pengalaman minimal patut dicermati, terutama jika disertai janji diterima tanpa seleksi yang jelas. 

Pelaku sering menggunakan iming-iming penghasilan besar untuk mendorong korban mengambil keputusan terburu-buru.

Keenam, perhatikan tahapan seleksi yang tidak wajar. Rekrutmen profesional umumnya memiliki proses yang disesuaikan dengan kebutuhan posisi, seperti seleksi administrasi, tes kemampuan teknis, psikotes, Leaderless Group Discussion (LGD), wawancara, hingga pemeriksaan kesehatan. 

Tidak semua perusahaan menerapkan seluruh tahapan tersebut, tetapi proses yang terlalu mudah, tergesa-gesa, atau langsung menjanjikan kelulusan tanpa evaluasi patut diwaspadai.

Keenam indikator tersebut dapat membantu pencari kerja menilai kejanggalan sejak awal. Jika menemukan informasi yang meragukan, jangan terburu-buru mengirimkan dokumen sensitif, memberikan kode verifikasi, atau melakukan pembayaran sebelum identitas perekrut dipastikan.

3. Cara Memastikan Rekrutmen Pegadaian Resmi dan Menghindari Kerugian

Bagi masyarakat yang menemukan informasi lowongan kerja atas nama Pegadaian, verifikasi dapat dilakukan melalui kanal resmi perusahaan. Tribuana menyebut informasi rekrutmen Pegadaian dapat diperoleh melalui situs pegadaian.co.id, akun LinkedIn PT Pegadaian, serta Instagram @pegadaian_id.

Jika menerima surat panggilan atau pesan yang mencurigakan, calon pelamar dapat menghubungi saluran informasi dan pengaduan resmi Pegadaian melalui Call Center 1500-569 atau WhatsApp PEVITA di nomor 0811-1-1500569 untuk melakukan konfirmasi.

Langkah verifikasi ini penting karena dokumen yang terlihat meyakinkan belum tentu berasal dari perusahaan yang namanya dicatut. 

Pencari kerja sebaiknya membuka kanal resmi secara mandiri, bukan hanya mengikuti tautan atau nomor kontak yang diberikan oleh pihak yang mengirimkan tawaran pekerjaan.

Sebagai informasi, PT Pegadaian berdiri di Sukabumi, Jawa Barat, pada 1 April 1901. Perusahaan ini telah berkembang dari bisnis gadai menjadi lembaga keuangan inklusif yang menyediakan berbagai layanan finansial. Sejak 2021, 

Pegadaian tergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama BRI dan PNM untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Pegadaian juga mengembangkan layanan Bank Emas setelah memperoleh izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2024. Layanannya mencakup Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Perdagangan Emas. Produk lainnya meliputi Tabungan Emas, Cicil Emas, Arisan Emas, serta berbagai fasilitas pembiayaan yang dapat diakses melalui outlet, agen, dan aplikasi Tring! by Pegadaian.

Di tengah semakin luasnya penyebaran informasi digital, kewaspadaan menjadi bagian penting dalam proses mencari pekerjaan. 

Memeriksa sumber pengumuman, menghindari permintaan pembayaran, serta mengonfirmasi informasi melalui kanal resmi dapat membantu pencari kerja melindungi uang dan data pribadinya dari penipuan berkedok rekrutmen. (udn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:08
08:29
08:13
08:12
13:03
04:39

Viral