- Istimewa
DJKI Gelar Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) 2026, Buka Peluang Investasi Teknologi
Peluang kerja sama yang dapat dijajaki dalam FBPI 2026 mencakup lisensi paten, pengembangan teknologi, kemitraan komersial, hingga investasi. Bentuk kolaborasi tersebut dapat disesuaikan dengan kesiapan invensi, kebutuhan industri, dan kesepakatan antara pihak yang terlibat.
Hermansyah berharap pertemuan antara pemilik invensi dan calon mitra dapat membuka jalan bagi pemanfaatan teknologi nasional secara lebih luas.
“Pertemuan antara pemilik invensi dan calon mitra diharapkan dapat membuka penjajakan kerja sama, termasuk lisensi paten, pengembangan teknologi, kemitraan komersial, dan peluang investasi sesuai dengan kebutuhan serta kesiapan masing-masing invensi,” ujar Hermansyah.
Keterlibatan investor dan industri dinilai penting agar hasil penelitian tidak berhenti pada tahap penemuan. Dengan adanya komunikasi antara inventor dan calon pengguna teknologi, inovasi dapat dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata pasar dan industri.
Langkah tersebut juga membuka peluang bagi hasil riset nasional untuk memiliki nilai komersial, meningkatkan daya saing industri, serta mendorong pemanfaatan kekayaan intelektual sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi.
DJKI mengundang investor, pelaku industri, pengusaha, serta pihak lain yang berkepentingan dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi untuk menghadiri Forum Bisnis Paten Indonesia 2026.
Kegiatan ini akan berlangsung pada 3–5 November 2026 di Jakarta International Convention Center (JCC), Jakarta. Informasi lebih lanjut mengenai forum dan rangkaian kegiatannya dapat diakses melalui situs resmi forumbisnispaten.dgip.go.id.
Melalui FBPI 2026, DJKI berharap semakin banyak kerja sama terbangun antara pemilik invensi dan dunia usaha. Dengan demikian, paten nasional tidak hanya memberikan pelindungan hukum, tetapi juga berpotensi menghasilkan nilai ekonomi melalui pengembangan teknologi, investasi, dan kolaborasi industri.
(anf)