- Ist
Givri Taj Comeback Lewat 2 Single Harapan Cinta dan Allah Ya Kareem
Jakarta, tvOnenews.com - Penyanyi Givri akhirnya comeback ke industri musik Tanah Air setelah beberapa tahun vakum dari dunia yang telah membesarkan namanya itu.
Kembalinya Givri ke dunia hiburan ditandai dengan peluncuran dua single terbaru, kemudian perubahan nama panggung hingga genre musik yang dibawakan lebih variatif.
Di bawah naungan Elite Music Management, Givri merilis dua single terbaru ciptaannya sendiri yang berjudul Harapan Cinta dan Allah Ya Kareem.
Dua lagu tersebut diluncurkan di Jakarta pada Selasa (19/3/2024), bersamaan dengan acara syukuran atas didirikannya Elite Music Management.
"Memang saat pembukaan Elite Music Management sendiri belum ada syukuran, jadi bertepatan dengan bulan yang indah ini kita satukan, mengadakan syukuran untuk Elite dan syukuran comeback-nya Givri Taj sekaligus launching dua single baru," kata Givri.
Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat KDI itu lantas menceritakan makna dibalik lagu Harapan Cinta dan Allah Ya Kareem.
Lagu Harapan Cinta mengisahkan tentang seorang wanita yang jatuh cintai pada seorang pria, namun cintanya tidak berbalas alias hanya bertepuk sebelah tangan.
"Harapan Cinta itu Givri tulis, isi dari lagu itu adalah tentang sosok perempuan yang mencintai seseorang tapi cintanya tidak pernah dirasakan atau dianggap oleh orang yang dicintainya," ucap dia.
"Jadi dia berharap suatu saat orang yang dicintainya itu sadar akan kehadiran dirinya, sadar akan cinta yang dia berikan. Intinya galau," sambung Givri.
Sementara lagu Allah Ya Kareem yang bertema religi merupakan bentuk ungkapan rasa syukur Givri atas berkat dan anugerah dari Sang Pencipta.
Menariknya, lirik lagu ini ditulis Givri saat berada di atas pesawat dalam penerbangan dari Jakarta menuju Batam.
"Di Atas pesawat Givri lihat awan, lihat langit, kayak dapat feel-nya. Ternyata perjalanan hidup ini dituntun sama rahmat Allah, ternyata apa pun yang didapatkan di dunia ini semua karena berkatnya Allah. Karena tiba-tiba terpikir seperti itu akhirnya saya tulis liriknya," tuturnya.
Givri mengatakan lagu Harapan Cinta dan Allah Ya Kareem digarap dalam waktu yang sangat singkat, karena dari proses rekaman, pembuatan video musik hingga perilisan hanya memakan waktu 5 hari per lagunya.
"Pembuatan single Harapan Cinta itu singkat banget. Hari pertama mencari lokasi, hari kedua proses shooting, hari ketiga pengeditannya, hari keempat langsung rilis. Lagunya sendiri pun saya ciptain satu malam," ungkapnya.
"Lagu Allah Ya Kareem juga sama, singkat banget. Hari ini saya buat lagunya, besoknya take vocal, kemudian buat video klip, dan editing. Alhamdulillah semuanya dilancarkan. Jadi satu single itu lima hari," jelas Givri.
Givri kembali mengibarkan sayapnya di blantika musik Indonesia dengan nama panggung yang baru. Kini, nama belakangnya diganti 'Taj' sehingga menjadi Givri Taj.
"Yang diganti bagian belakangnya saja, depannya tetap sama Givri. Jadi dulu nama belakang saya banyak, tergantung saya berada di manajemen mana. Kalau nama-nama sebelumnya masukan dari orang lain, kalau Givri Taj ini saya yang cari sendiri," ujarnya.
Givri membeberkan alasan dibalik penambahan Taj pada nama belakangnya. Taj yang berarti mahkota, dimaknai Givri sebagai harapan agar karirnya di dunia musik dapat mencapai titik tertinggi sebagaimana letak mahkota di atas kepala.
"Saya kasih nama itu selain artinya bagus, kita nyari hoki juga. Kenapa Givri Taj? Saya ambilnya, ingat Taj Mahal. Terlepas dari Taj Mahal, Taj sendiri artinya mahkota. Mahkota itu adanya di atas. Jadi saya berharap dengan nama ini saya bisa berada atau sampai di atas (karir)," terangnya.
Givri Taj yang dulunya dikenal sebagai penyanyi dangdut, kini membawakan lagu dalam berbagai genre musik, seperti pop dan melayu.
Namun, hal itu bukanlah sesuatu yang asing bagi penyanyi kelahiran Sibolga, Sumatra Utara 3 Januari 1992 itu.
Pasalnya, sebelum terkenal sebagai penyanyi dangdut, Givri kecil ternyata telah menjajal berbagai jenis aliran musik.
"Untuk genre, Givri 'makan' semua. Mau dangdut, pop, melayu, Givri makan semua. Kenapa bisa begitu? Karena memang dari kecilnya sudah seperti itu adanya, apapun lagunya Givri nyanyiin. Jadi Givri bisa nyanyiin lagu dengan genre apa aja," bebernya.
"Tapi kembali lagi, pada saat Givri berkarir, yang menaikkan nama Givri itu adalah di ajang pencarian bakat dangdut, jadi tidak bisa dipungkiri nama besar itu Givri dapat dari situ (ajang dangdut). Tapi setelah ajang itu selesai, Givri akan kibarin lagi sayapnya, balik lagi tidak terpatok dengan dangdut," jelas Givri.
Givri Taj mengaku sempat absen dari dunia tarik suara selama beberapa tahun setelah berumah tangga. Keputusan itu diambil lantaran dirinya ingin fokus mengurus keluarga.
"Alasannya fokus ngurus anak. Karena sebagai ibu, dia (sang anak) adalah segalanya. Jadi saya korbankan dulu (karir) untuk fokus sampai dia benar-benar bisa saya lepas. Saya mengutamakan family dulu," tuturnya.
Kini, setelah sang anak mulai tumbuh dewasa dan kesibukannya sebagai ibu rumah tangga telah di-manage dengan baik, Givri pun memutuskan untuk kembali terjun ke dunia musik. Keputusan tersebut mendapat dukungan penuh dari keluarga.
"Yang support (untuk comeback) tidak lain adalah keluarga sendiri dan teman-teman terdekat. Tapi yang paling penting buat saya anak-anak izinkan. Karena kalau misalkan mereka nggak beri izin pasti saya juga susah geraknya. Jadi sekarang comeback-nya bukan 100 persen lagi tapi sudah 1000 persen," ucap dia.
Bagi Givri, bernyanyi sudah seperti mendarah daging, sehingga apapun aral melintang, selalu ada jalan untuk kembali menyalurkan bakat seni yang dimilikinya itu.
"Jiwa seni, jiwa nyanyi gak bisa dihilangkan begitu saja karena sudah mendarah daging. Jadi mau apapun ceritanya, Givri pasti akan terpanggil untuk balik lagi, comeback lagi," ujarnya.
"Alhamdulillah-nya sekarang semua yang tadinya menghambat atau mengkhawatirkan Givri untuk tidak bisa maju, sekarang sudah ter-cover. Sehingga begitu comeback lagi saat ini, Givri enggak mau setengah- setengah lagi, sudah harus cebur, mandi sekalian kalau perlu. Kalau dulu jalan mundur lagi, jalan mundur lagi, kalau sekarang udah jalan jalan terus, nggak ada kata mundur lagi," tandas Givri.
Dengan keputusannya untuk comeback, Givri mengaku tak khawatir untuk bersaing di blantika musik Indonesia meski saat ini dibanjiri pendatang baru.
"Setiap orang punya jalurnya sendiri. Setiap orang punya masanya, dan setiap masa ada orangnya. Jadi mungkin waktu saya berhenti itu bukan masanya saya dan itu bukan jalurnya saya. Tapi ketika saya kembali lagi, mungkin ini masanya saya, jadi ini waktunya saya," katanya optimis.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Elite Music Management Baskoro Dwiatmoko menyampaikan bahwa lagu Harapan Cinta dan Allah Ya Kareem telah dipublikasikan di berbagai platform musik.
"Kita sudah mempublikasikan dua single ini di berbagai platform musik, jadi bagi yang menyukai karya atau lagu-lagu Givri bisa menikmati dua single barunya di semua platform," ujarnya.
Sejak perilisannya, ungkap Baskoro, lagu Harapan Cinta tak hanya mendapat tempat di penikmat musik Tanah Air, tetapi juga di beberapa negara seperti Malaysia dan India.
"Lagunya banyak diputar di luar negeri. Contoh di India dan Malaysia. Mungkin gara-gara nama 'Taj'. Jadi kita lihat di platform musik kok yang nonton banyak juga dari India. Ternyata ada pangsa pasar dari sana," bebernya.
"Jadi tidak terpaku dengan bahasa. Ternyata mereka menikmati musiknya walaupun nggak ngerti bahasanya apa mereka putarin, bahasanya nggak ngerti. Nggak nyangka juga bisa kayak gitu. Mungkin salah satunya karena unsur nama Taj itu," sambung Baskoro.
Lebih lanjut, Baskoro mengatakan bahwa saat ini pihaknya hanya fokus untuk melambungkan nama Givri, satu-satunya penyanyi yang dinaungi Elite Musik Management.
"Kita saat ini hanya fokus dengan satu artis dulu sampai beliau (Givri) namanya kembali berkibar di dunia musik Indonesia, dan tidak menutup kemungkinan bisa musik internasional. Setelah beliau berkembang, baru kita akan buka buat talent-talent baru lainya untuk bisa bantu kembangkan nama mereka juga," pungkasnya. (ebs)