- Nadiyas Utami Pratiwi
Rin Culinary Art, Restoran Omakase Rasa Indonesia dengan Sentuhan Fine Dining Jepang di Jakarta Selatan
Jakarta, tvOnenews.com - Dunia kuliner Jakarta kembali kedatangan destinasi fine dining baru yang menarik perhatian. Rin Culinary Art yang aka menggelar grand opening pada Kamis, 28 Mei 2026, dengan membawa konsep omakase berbeda dari kebanyakan restoran Jepang di ibu kota.
Berbeda dengan omakase pada umumnya yang identik dengan cita rasa Jepang klasik, Rin Culinary Art justru menghadirkan pengalaman bersantap yang mengangkat rasa dan karakter makanan Indonesia ke level fine dining internasional. Mulai dari ikan bakar, udang, ubi Cilembu, hingga berbagai rempah lokal Indonesia diolah dengan teknik Jepang dan sentuhan Italia yang modern.
Berlokasi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, restoran ini dibangun oleh Chef Yohhei Sasaki bersama General Manager Ken Kuwako. Keduanya membawa pengalaman internasional dari sejumlah restoran Michelin-Starred dan Michelin-Selected di Italia maupun Singapura ke dalam konsep yang mereka sebut sebagai “Itameshi”, perpaduan teknik Jepang, craftsmanship Italia, dan soul Indonesia.
Begitu memasuki restoran, suasana intimate langsung terasa. Interiornya dibuat elegan seperti fine dining modern, tetapi tetap terasa hangat dan tidak terlalu kaku. Jumlah kursi omakase yang sangat terbatas, hanya sekitar 14 orang per sesi dan per hari, membuat pengalaman makan terasa lebih personal dan eksklusif.
Untuk harga, Rin Culinary Art menawarkan pengalaman omakase mulai dari Rp800 ribu hingga Rp1,2 juta. Harga tersebut berbeda tergantung sesi lunch atau dinner, serta weekday dan weekend. Dengan kisaran harga tersebut, tamu akan mendapatkan sekitar delapan menu yang dikurasi langsung oleh Chef Yohhei Sasaki.
Menariknya, harga tersebut justru sengaja dibuat lebih approachable dibanding banyak restoran omakase premium lain di Jakarta. Chef Yohhei Sasaki mengungkapkan bahwa keputusan tersebut dilakukan setelah mereka melakukan riset pasar di Jakarta.
“Saya pikir karena ketika kami datang ke Jakarta dan melakukan riset terlebih dahulu, kami melihat sudah banyak restoran yang sangat bagus di sini. Kompetisinya juga sangat tinggi. Jadi meskipun kami datang dengan ide dan konsep yang spesial, kami tetap harus rendah hati,” ujar Chef Yohhei Sasaki.
“Tentu saja ini bukan hal yang mudah bagi kami. Namun, di saat yang sama, kami ingin menyambut sebanyak mungkin tamu. Terutama, kami ingin disukai oleh masyarakat di sekitar sini, seperti kawasan Dharmawangsa dan sekitarnya. Karena itu, harga ini menjadi salah satu penawaran yang ingin kami coba hadirkan,” lanjutnya.
Pengalaman bersantap di Rin Culinary Art memang tidak hanya soal rasa makanan. Setiap sajian datang dengan presentasi artistik dan cerita di balik bahan maupun teknik memasaknya. Hal inilah yang menjadi salah satu kekuatan utama restoran tersebut.
General Manager Ken Kuwako mengatakan bahwa Rin ingin menghadirkan dining experience yang meninggalkan kesan emosional bagi para tamu.
“Tidak hanya fokus pada makanannya saja. Tentu, kita bisa fokus pada rasanya, tetapi ada juga banyak hal yang bisa diingat ketika menikmati pengalaman yang menyenangkan di sini,” ujar Ken Kuwako.
“Dari rasa, cerita, hingga sisi seninya, ada banyak hal yang bisa diingat. Jadi ketika mengingat Rin, bukan hanya makanannya saja yang diingat, tetapi juga cerita di balik pengalaman tersebut,” sambungnya.
Salah satu hal yang paling unik dari Rin Culinary Art adalah konsep pairing minuman yang tidak menggunakan wine ataupun alkohol. Sebagai gantinya, restoran ini menghadirkan tea pairing berupa racikan teh khusus yang dirancang untuk memperkuat karakter rasa dari setiap hidangan.
Tea pairing tersebut menjadi pengalaman tersendiri karena setiap jenis teh dipilih untuk menyesuaikan rasa makanan yang disajikan. Pendekatan ini membuat pengalaman omakase terasa lebih ringan, hangat, dan relevan dengan pasar Jakarta.
Selain menu omakase, Rin Culinary Art juga menyediakan pilihan ala carte dengan cita rasa khas Indonesia yang dibuat dalam interpretasi modern. Menu-menu tersebut tetap mempertahankan karakter lokal, namun tampil dengan plating artistik dan teknik memasak kelas internasional.
Chef Yohhei Sasaki sendiri dikenal memiliki pengalaman bekerja di restoran Michelin-Starred seperti Arnolfo dan Da Vittorio, serta restoran Michelin-Selected di Singapura seperti Il Cielo dan La D’Oro. Pengalaman tersebut terasa jelas dalam setiap detail hidangan di Rin Culinary Art.
Melalui konsep ini, Rin Culinary Art mencoba mendefinisikan ulang pengalaman fine dining di Jakarta menjadi lebih humanis, hangat, dan dekat dengan cita rasa Indonesia. Bukan sekadar makan malam mewah, tetapi pengalaman multisensori yang memadukan rasa, cerita, seni, dan hospitality dalam satu perjalanan kuliner yang berkesan. (nsp)