- Istimewa
Synchronize Fest 2026 Umumkan Full Lineup, Hadirkan Empat Ruang Kurasi Musik
Veteran indie Ibu Kota, C’mon Lennon, juga akan kembali berkumpul dan tampil di Synchronize Fest 2026.
Kolektif Musik dari Berbagai Generasi
Synchronize Fest 2026 turut memberikan ruang bagi gerakan kolektif yang menjadi salah satu bagian dari pertumbuhan musik Indonesia.
Di antaranya ada pertunjukan Reggae Gang yang mempertemukan Day Afternoon, Dhyo Haw, Momonon, Sejedewe, Uncle Djink & Fahmi Aziz, serta Varid Putra Mbah Surip.
Ada pula kolektif hipdut ANTINRML yang menghadirkan Jemsii, Naykilla, Tenxi, Suisei, Ryo, Josua Natanael, Dia, Anangga, Naufal Syachreza, Riku, Yung Caters, dan Bboogie.
Dari generasi 2000-an, hadir Emo Revival bersama Alone At Last, Friends Of Mine, Killed By Butterfly (2006 Era), Killing Me Inside Re:Union, Side-B (Thirteen 2009 Era), dan The Side Project.
Sementara dari Indonesia Timur, Synchronize Fest menghadirkan Timur Basudara yang diisi Anadok, Bringin Home, Dj Desa, Ecko Show, Fahmy Fay, Faris Adam, Jacson Zeran, Silet Open Up, Toton Caribo, dan Vendetta Rap.
Selain pertunjukan khusus tersebut, sejumlah nama populer juga akan melengkapi lineup Synchronize Fest 2026, seperti Afgan, Efek Rumah Kaca, For Revenge, Monkey To Millionaire, Potret, Rumahsakit, Sal Priadi, The Changcuters, The Jansen, The Panturas, The Upstairs, Alkateri: Expanded Session, Ayu Ting Ting, Bernadya, Hindia, .Feast, Rizky Febian & Mahalini, Souljah, Wali, Duo Maia, Endank Soekamti, The Adams, J-rocks, Nadhif Basalamah, dan Vierratale.
Empat Ruang Kurasi di Synchronize Fest
Synchronize Fest 2026 juga berkolaborasi dengan empat entitas kurator musik untuk menghadirkan perspektif berbeda dari ekosistem musik Indonesia.
Gigs Stage dikurasi Krapela, ruang modular kreatif yang berlokasi di Blok M, Jakarta Selatan. Kurasi ini membawa spektrum musik bawah tanah dengan nama-nama seperti Alice, Aryo Adhianto, Baur, Coldskin, Det-Plag Lust, Dirty Dogs Aggression, Gnarly Club, Jo Soegono, Mad Madmen, Masakre, Of Wax, Passive Income, Patras, Peron, Quest*, Rantau, Remuk, dan Sunne.
Oleng Upuk dikurasi LaMunai Records, label independen asal Jakarta yang berfokus pada pengarsipan, pelestarian, dan perilisan ulang karya musik klasik Indonesia. Sejumlah nama yang tampil antara lain Aneka Nada Selekta, Bagvs, Cristal no. 5, Dangerdope, Danny, Disko Tanah, Habibi Funk, Dizkorea, Prontaxan: Is The Best, Jiwa Jiwa, Kenya, Noirlab, PNNY, Poppin Class, Dub Container, Radio Rumah Oma, SingSing Berkaraoke, Uda Sjam, Walearic, Wicker Basket, Quirk it!, hingga Dipha Barus: Pop Samping.