news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Anak-anak sekolah lomba membaca dalam Festival Literasi Anak Terbesar di Indonesia di Lapangan Taman Banteng, Jakarta Pusat.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya

Sudah Sejauh Mana Perkembangan Kebutuhan Anak-anak terhadap Budaya Membaca? Begini Kondisinya saat Ini

Skor minat membaca atau kebutuhan literasi bagi anak-anak di Indonesia mencapai 365 poin pada 2025. Jumlah itu menandakan naik 7 poin dari perhitungan 2022.
Senin, 5 Oktober 2026 - 21:36 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Membaca merupakan salah satu bagian aktivitas penting dalam proses tumbuh kembang anak. Kebiasaan ini bukan sekadar membantu anak mengenali kata dan memahami informasi, namun juga memperkaya kosakata, memperluas wawasan, serta melatih kemampuan berpikir.

Merujuk dari hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025, skor membaca Indonesia mencapai 365 poin. Jumlah tersebut naik 7 poin ketimbang 2022.

Namun, Organisasi Internasional untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) mencatat kenaikan angka membaca belum signifikan secara statistik. Hanya 27 persen siswa Indonesia yang berusia 15 tahun mencapai level 2 atau pintar dalam kecakapan membaca.

Kondisi Minat Baca Anak

Siswi kelas 6 SD Strada Van Lith 1, Jakarta Pusat, Davika memberikan tanggapan terkait kondisi minat membaca anak-anak. Ia melihat kebutuhan literasi anak-anak masih kurang, terutama bagi mereka yang terdampak bencana banjir bandang di tiga Provinsi Sumatera, di antaranya Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

"Literasi dan pendidikan anak-anak masih kurang. Semoga bisa diperbaiki lagi," ujar Davika kepada tvOnenews.com dalam Festival Literasi Anak Terbesar di Indonesia melalui CIA Fest 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (4/10/2026).

Persoalan akses belajar anak terdampak bencana ke dalam ruang partisipasi anak menjadi perhatian serius. Masa tanggap darurat memang berakhir, namun tidak serta-merta mengakhiri kebutuhan anak untuk belajar.

Saat kegiatan sekolah mulai kembali berjalan, buku dan bahan bacaan tetap menjadi bagian dari keberlanjutan proses belajar. Tidak hanya mengacu pada yang di Sumatera, Davika mengatakan bahwa perpustakaan sangat dibutuhkan.

"Perpustakaan kan isinya buku-buku. Mereka bisa baca-baca lalu dapat ilmu-ilmu dan pengetahuan dari buku tersebut," terangnya.

Budaya Membaca Anak Era Dulu dan Sekarang

Ketua Komunitas Guru Penulis, Nur Jannah melihat kebutuhan anak-anak terhadap membaca seiring perkembangannya zaman. Menurutnya, anak sadar literasi saat diminta oleh gurunya.

"Mereka membaca supaya mendapat nilai. Kalau tidak disuruh gurunya, tidak ada keinginan untuk membaca. Namun kalau tidak disuruh gurunya, tidak ada keinginan untuk membaca," katanya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral