Namun, prinsip utama dalam penanganan awal keracunan adalah mengganti cairan tubuh yang hilang. Saat seseorang mengalami muntah dan diare, risiko dehidrasi menjadi sangat tinggi.
Oleh karena itu, air putih tetap menjadi pilihan utama. Air kelapa boleh dikonsumsi sebagai alternatif tambahan, tetapi cairan elektrolit seperti oralit tetap lebih dianjurkan karena kandungannya telah disesuaikan secara medis.
Air Susu untuk Mengatasi Keracunan Makanan
- Freepik
Berbeda dengan air kelapa, anggapan bahwa susu murni dapat mengatasi keracunan makanan justru merupakan mitos.
Dr. Virly menegaskan bahwa susu murni sama sekali tidak memiliki manfaat dalam menangani keracunan.
"Minum susu murni gitu hati-hati, karena susu murni kadang-kadang malah bisa menjadi sumber keracunan makanan loh," ungkapnya
Susu murni, terutama susu mentah atau raw milk dapat menjadi sumber keracunan baru apabila penyimpanannya tidak higienis.
Konsumsi susu yang tidak disimpan atau diproses dengan baik justru berisiko membawa bakteri berbahaya ke dalam tubuh.
Langkah Awal Mengatasi Keracunan Makanan
Langkah pertama mengatssi keracunan menurut dr. Virly adalah mengenali gejalanya, seperti mual, muntah, diare, nyeri perut, atau lemas.
Segera perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi. Jika tersedia, konsumsi oralit untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang. Obat pereda mual atau diare juga bisa digunakan sementara sesuai aturan.
Namun, jika gejala semakin berat, disertai demam tinggi, muntah terus-menerus, atau nyeri perut hebat, segera cari pertolongan medis karena kondisi ini bisa berakibat fatal.
Sebagai pencegahan, dr. Virly menekankan pentingnya menjaga kebersihan makanan.
Pastikan makanan dimasak hingga matang, disimpan pada suhu yang sesuai, serta hindari kontaminasi silang antara bahan mentah dan makanan matang.
Kebersihan adalah kunci utama, karena apa yang kita konsumsi akan menjadi “bahan bakar” bagi tubuh kita.
(nka)