- Pexels/Yaroslav Shuraev
Masuk Angin Menurut Pandangan Medis, Benarkah Ada dalam Dunia Kesehatan?
tvOnenews.com - Istilah masuk angin sudah lama dikenal di masyarakat Indonesia dan sering digunakan untuk menggambarkan kondisi tubuh yang terasa tidak enak, pegal-pegal, mual, kembung, atau meriang.
Namun, menurut dunia medis, “masuk angin” bukanlah sebuah penyakit yang diakui secara ilmiah.
Dalam pandangan medis, keluhan tersebut biasanya berkaitan dengan gangguan pada daya tahan tubuh, infeksi virus, atau bakteri yang menyebabkan gejala mirip seperti flu atau gangguan pencernaan.
Menurut dokter sekaligus influencer kesehatan dr. Tirta, istilah “masuk angin” sebenarnya tidak ada dalam terminologi kedokteran.
Ia menjelaskan bahwa kondisi yang sering disebut masuk angin oleh masyarakat merupakan bentuk misinterpretasi gejala penyakit lain.
“Ketika orang enggak enak badan terus dia sendawa, mereka asumsi itu karena ada angin yang harus dikeluarkan. Padahal itu mitos budaya. Sebenarnya itu enggak pernah ada,” ujar dr. Tirta.
Ia menambahkan bahwa fenomena tersebut tidak bisa dijelaskan secara logis.
Banyak orang menganggap berbagai gejala seperti demam, pegal-pegal, kembung, atau perut begah sebagai tanda “masuk angin”, padahal itu adalah reaksi tubuh terhadap infeksi atau gangguan metabolik tertentu.
“Contohnya demam dan pegal-pegal yang merupakan gejala infeksi bakteri atau virus, itu dikategorikan sebagai masuk angin. Atau perut kembung karena makan berlebihan dan asam lambung naik pun dianggap masuk angin. Padahal tidak ada hubungannya,” tegasnya.
Dalam dunia medis, gejala-gejala yang sering disebut masyarakat sebagai “masuk angin” sebenarnya bisa disebabkan oleh beragam kondisi medis, seperti:
- Flu (Influenza) akibat infeksi virus.
- Gangguan pencernaan seperti dispepsia atau gastritis.
- Masalah otot dan sendi karena kelelahan.
- Penurunan daya tahan tubuh yang membuat tubuh rentan terhadap infeksi.
Keluhan “masuk angin” paling sering muncul ketika daya tahan tubuh sedang menurun. Hal ini menyebabkan seseorang lebih mudah mengalami gejala seperti demam, nyeri otot, pilek, atau kelelahan.
Kondisi tersebut sering dikaitkan dengan paparan cuaca dingin atau kehujanan, padahal penyebab utamanya bukan angin, melainkan penurunan imunitas tubuh.
Kondisi ini umumnya terjadi saat tubuh kekurangan asupan vitamin dan nutrisi penting.