news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

ilustrasi Bagaimana Teknologi Kesehatan Ini Mengubah Standar Operasi Modern: Robot Bedah Jadi Arah Baru Dunia Medis?.
Sumber :
  • Istockphoto

Bagaimana Teknologi Kesehatan Ini Mengubah Standar Operasi Modern: Robot Bedah Jadi Arah Baru Dunia Medis?

Teknologi robotik memungkinkan dokter bedah mengontrol instrumen dengan stabilitas lebih baik dibandingkan tangan manusia. Di berbagai negara maju, robot bedah
Sabtu, 24 Januari 2026 - 23:57 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Perkembangan teknologi kesehatan global mengalami transformasi besar dalam beberapa dekade terakhir, terutama pada bidang bedah

Jika sebelumnya prosedur operasi identik dengan sayatan besar dan masa pemulihan panjang, kini dunia medis bergerak menuju pendekatan minimal invasif yang lebih presisi. 

Salah satu pendorong utama perubahan tersebut adalah penggunaan sistem robot bedah yang mulai menjadi bagian penting di rumah sakit modern.

Di berbagai negara maju, robot bedah telah digunakan secara luas untuk membantu dokter melakukan tindakan dengan tingkat akurasi tinggi.

Laman resmi Mayo Clinic dan Cleveland Clinic mencatat bahwa teknologi robotik memungkinkan dokter bedah mengontrol instrumen dengan stabilitas lebih baik dibandingkan tangan manusia.

Kemajuan ini sekaligus memberikan visualisasi tiga dimensi beresolusi tinggi pada area operasi. Hal ini sangat membantu pada prosedur kompleks yang melibatkan ruang sempit dan struktur vital tubuh.

Layanan kesehatan publik seperti National Health Service (NHS) Inggris juga melaporkan bahwa penggunaan robot bedah berkontribusi pada penurunan risiko komplikasi pascaoperasi, nyeri yang lebih ringan, serta waktu pemulihan yang lebih singkat. 

Kondisi tersebut menjadikan robot bedah bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan bagian dari standar baru praktik medis global.

Salah satu sistem robotik yang banyak digunakan di dunia adalah Da Vinci Xi, generasi lanjutan dari teknologi bedah robotik yang dirancang untuk prosedur minimal invasif. 

Sistem ini menggabungkan kamera endoskopi tiga dimensi dengan lengan robotik berpresisi tinggi yang dikendalikan langsung oleh dokter bedah. 

Berbeda dengan anggapan umum, robot tidak bekerja secara mandiri, melainkan menjadi perpanjangan tangan dokter dengan kontrol yang lebih halus dan stabil.

Keunggulan utama teknologi ini terletak pada fleksibilitas gerakan instrumen yang mampu meniru bahkan melampaui rentang gerak pergelangan tangan manusia. 

Dengan visualisasi yang diperbesar dan lebih jelas, dokter dapat mengidentifikasi jaringan tubuh secara lebih akurat, sehingga mengurangi potensi kesalahan selama operasi. 

Dalam praktiknya, Da Vinci Xi digunakan untuk berbagai prosedur, termasuk bedah urologi, digestif, ginekologi, hingga operasi kompleks lainnya.

Dari sisi pasien, manfaat teknologi robot bedah cukup signifikan. Sayatan yang lebih kecil berdampak pada berkurangnya nyeri pascaoperasi, risiko infeksi yang lebih rendah, serta waktu rawat inap yang lebih singkat. 

Sejumlah studi internasional juga menunjukkan bahwa pemulihan pasien cenderung lebih cepat, sehingga kualitas hidup pascaoperasi dapat meningkat dalam waktu yang lebih singkat.

Tren adopsi robot bedah ini juga mulai terlihat di kawasan Asia, termasuk Indonesia. Beberapa rumah sakit nasional telah mengintegrasikan teknologi robotik sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan dan keselamatan pasien. 

Langkah ini mencerminkan perubahan pendekatan layanan kesehatan, dari sekadar kuratif menuju pelayanan berbasis teknologi dan hasil klinis jangka panjang. 

Melansir dari Antara, di Indonesia, penerapan teknologi robot bedah tidak hanya berkaitan dengan alat yang digunakan, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dan sistem pendukungnya. 

Dokter bedah harus melalui pelatihan khusus dan sertifikasi ketat untuk memastikan teknologi digunakan secara optimal dan aman. Selain itu, kolaborasi lintas disiplin menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan tindakan berbasis robotik.

Eka Hospital Group menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi robot bedah mulai dihadirkan di dalam negeri. Kehadiran teknologi ini menunjukkan bahwa standar layanan bedah modern tidak lagi terbatas di luar negeri, melainkan mulai dapat diakses masyarakat Indonesia.

Ke depan, penggunaan robot bedah diperkirakan akan terus berkembang seiring kemajuan kecerdasan buatan, sistem pencitraan, dan integrasi data medis. 

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa teknologi tetap berperan sebagai alat bantu, bukan pengganti keahlian dokter. 

Kombinasi antara kompetensi tenaga medis dan teknologi canggih menjadi kunci utama dalam meningkatkan keselamatan serta hasil klinis bagi pasien.

Secara keseluruhan, kehadiran teknologi robot bedah menandai perubahan penting dalam praktik medis modern, khususnya dalam meningkatkan presisi, keamanan, dan kenyamanan pasien. 

Meski adopsinya masih membutuhkan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, serta regulasi yang matang, tren global menunjukkan bahwa robotik akan semakin menjadi bagian tak terpisahkan dari layanan bedah. 

Dengan pendekatan yang tepat dan berorientasi pada keselamatan pasien, teknologi ini berpotensi mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan secara berkelanjutan di Indonesia. (udn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:11
01:16
05:22
07:46
02:27
01:56

Viral