- Freepik/user18526052
Waspada Hoaks! GERD Disebut Bisa Sebabkan Serangan Jantung dan Kematian, Begini Faktanya
“Ada juga kasus penyakit jantung koroner yang menyerupai sakit maag. Bila terjadi penyempitan di pembuluh darah jantung bagian bawah dekat ulu hati, pasien bisa mengira itu nyeri maag, padahal serangan jantung,” terangnya.
Oleh karena itu, pemeriksaan medis yang menyeluruh sangat penting untuk memastikan diagnosis yang tepat.
Terkait kabar yang menyebut asam lambung dapat merusak jantung jika dibiarkan, dr. Bobby menegaskan bahwa hal itu tidak benar sama sekali.
“Sampai saat ini yang saya tahu tidak, karena asam lambung yang naik itu bisa mengiritasi saluran makan atau saluran napas, tapi apakah ini merusak jantung? Jawabannya tidak sama sekali,” tegasnya.
Asam lambung hanya memengaruhi saluran pencernaan bagian atas dan pernapasan, bukan jantung.
Sensasi sesak napas yang sering dirasakan penderita GERD biasanya terjadi karena asam lambung menekan diafragma atau menyebabkan iritasi pada tenggorokan, bukan karena gangguan pada otot jantung.
Banyak penderita GERD juga mengeluhkan jantung berdebar-debar saat penyakitnya kambuh.
Dokter Bobby menjelaskan bahwa hal itu bukan karena gangguan jantung, melainkan reaksi tubuh terhadap rasa tidak nyaman dan stres akibat asam lambung naik.
“Jantung berdebar yang dirasakan bukan artinya penyakit jantung, tetapi sekunder dari rasa nyeri dan tidak nyaman yang dirasakan pasien GERD. Rasa kembung meningkatkan hormon kortisol atau adrenalin yang bikin jantungnya berdebar, tapi bukan penyakit jantung,” ujar dr. Bobby.
Cara Menghindari Efek Samping GERD
Dr. Bobby menyarankan penderita GERD untuk berkonsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam agar penyakitnya dapat diobati hingga tuntas.
Bila asam lambung terkendali, risiko timbulnya gejala seperti gangguan irama jantung ringan atau sesak napas akan jauh berkurang.
“Kalau GERD-nya bisa diobati dan disembuhkan maka kemungkinan mengalami gangguan irama jantung dan gangguan pernapasan pun akan semakin kecil,” tutup dr. Bobby.
Pada intinya, GERD tidak menyebabkan serangan jantung dan tidak menimbulkan kematian.
Meski gejalanya bisa mirip dengan penyakit jantung, penyebab dan mekanismenya berbeda.
Pemeriksaan medis tetap menjadi langkah paling aman untuk membedakan keduanya dan memastikan kondisi tubuh tetap sehat. (adk)