- Gemini Generated AI
Nonton Piala Dunia Bikin Libido Seks Menurun, Kok Bisa?
tvOnenews.com – Para pencinta sepak bola yang sudah tidak sabar menantikan gelaran Piala Dunia musim panas ini nampaknya harus mulai waspada.
Pasalnya, sebuah peringatan medis resmi menyebutkan bahwa pesta sepak bola terakbar sejagat tersebut berpotensi memberikan dampak negatif yang masif pada kualitas kehidupan seksual mereka di atas ranjang dengan cara yang tidak terduga.
Secara psikologis, suasana hati seorang suporter memang dipastikan bakal langsung anjlok jika tim nasional kesayangan mereka tereliminasi lebih awal dari turnamen.
- Pixabay
Namun, ancaman nyata yang patut diwaspadai para pria sebenarnya justru mengintai urusan performa di dalam kamar tidur.
Dr. Donald Grant, seorang dokter umum sekaligus Penasihat Klinis Senior di The Independent Pharmacy, membeberkan rentetan faktor pemicunya secara gamblang.
"Begadang, peningkatan konsumsi alkohol, kualitas tidur yang buruk, perubahan pola makan, dan pengurangan olahraga semuanya dapat memengaruhi tingkat energi, sirkulasi, keseimbangan hormon, dan stres, yang dapat menyebabkan kesulitan ereksi," urai Dr. Donald Grant, dikutip tvOnenews.com dari Unilad.
Dr. Grant kemudian membedah secara rinci bagaimana akumulasi kebiasaan gaya hidup yang buruk selama periode Piala Dunia bergulir dapat memicu gangguan disfungsi ereksi (DE) atau impotensi pada pria:
1. Pola Tidur Hancur Akibat Perbedaan Zona Waktu
- Pixabay
Secara teknis, tidak semua siaran langsung pertandingan sepak bola akan ditayangkan pada waktu yang ideal, tergantung dari belahan dunia mana Anda menyaksikannya.
Kondisi ini memaksa mayoritas suporter pria (maupun wanita) untuk begadang jauh lebih larut dari jadwal biasanya.
"Salah satu perubahan musiman terbesar yang dapat memengaruhi fungsi ereksi adalah gangguan tidur. Selama musim panas, malam yang lebih terang dan suhu yang lebih tinggi dapat memengaruhi tidur secara signifikan. Selain itu, dengan Piala Dunia yang akan dimulai pada 11 Juni di AS, Kanada, dan Meksiko, banyak orang mungkin mendapati rutinitas mereka terganggu oleh perbedaan zona waktu saat begadang untuk menonton pertandingan langsung," urai Dr. Grant.
Kurang tidur yang terjadi secara terus-menerus terbukti dapat merusak tingkat energi, mengacaukan suasana hati, menaikkan hormon stres, serta memangkas kadar testosteron.
Jika begadang nonton bola ini sudah menjadi kebiasaan kronis, pria akan mulai mengalami penurunan libido, kelelahan akut, hingga kesulitan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi.
2. Efek Domino Konsumsi Alkohol yang Berlebih
- Freepik
Menikmati beberapa botol bir dingin sambil menonton pertandingan sepak bola memang sudah menjadi kultur yang lumrah.
Namun, kejantanan pria dipastikan bakal menanggung akibat yang fatal jika kadar alkohol yang masuk ke dalam tubuh melebihi ambang batas normal.
“Alkohol adalah salah satu faktor gaya hidup paling umum yang terkait dengan kesulitan ereksi sementara,” tegas Dr. Grant.
Tren peningkatan konsumsi alkohol ini biasanya meroket selama musim panas karena banyaknya agenda luar ruangan seperti barbekyu (BBQ), festival, pernikahan, dan acara sosial.
Atmosfer Piala Dunia diprediksi kian memperparah kebiasaan minum ini, terlebih dengan adanya regulasi kelonggaran jam buka pub/bar yang diizinkan beroperasi lebih lama di wilayah Inggris dan Wales selama laga babak gugur.
"Peningkatan konsumsi alkohol dapat berdampak langsung pada disfungsi ereksi dengan mengganggu aliran darah, sinyal saraf, dan kadar hormon. Hal ini juga dapat mengurangi kadar testosteron dan libido, sehingga lebih sulit untuk merasa terangsang atau mempertahankan performa seksual," jelasnya menohok.
3. Ancaman Makanan Cepat Saji: Aliran Darah ke Organ Intim Tersumbat
- Halodoc
Faktor ketiga yang tidak boleh dipandang sebelah mata adalah urusan asupan nutrisi.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa mayoritas suporter sepak bola dipastikan bakal memilih sekantong keripik atau makanan instan berlemak ketimbang menyantap sepiring salad sehat sebagai teman nonton.
Ditinjau dari korelasi diet terhadap disfungsi ereksi, Dr. Grant berbagi analisis bahwa sepanjang bulan-bulan yang lebih hangat dalam setahun, masyarakat cenderung abai terhadap makanan sehat.
Camilan BBQ, daging olahan yang tinggi lemak, serta makanan dengan kadar garam tinggi secara masif masuk ke dalam menu harian tanpa disadari dampak buruknya terhadap kesehatan seksual.
"Ereksi sangat bergantung pada aliran darah yang sehat, jadi apa pun yang berdampak negatif pada sirkulasi juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Diet tinggi lemak jenuh dan garam dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan penambahan berat badan, yang semuanya merupakan faktor risiko yang diketahui untuk disfungsi ereksi," pungkas Dr. Donald Grant mengingatkan.