- Ilustrasi
Teknologi Stem Cell Kian Melesat, Indonesia Bidik Jadi Pusat Pengobatan Regeneratif Asia dan Terobosan Besar Dunia Kesehatan
Hingga saat ini belum tersedia obat yang benar-benar mampu mencegah pasien penyakit ginjal menjalani cuci darah.
Karena itu, berbagai penelitian terus dilakukan untuk mencari alternatif terapi berbasis sel punca yang diharapkan mampu memberikan solusi lebih baik di masa depan. Melalui ajang ini, Indonesia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa perkembangan teknologi stem cell nasional tidak tertinggal dibanding negara lain.
Indonesia Miliki Infrastruktur dan SDM yang Kompetitif
Indonesia saat ini telah memiliki modal yang cukup kuat untuk mengembangkan pengobatan regeneratif. Tidak hanya dari sisi sumber daya manusia, tetapi juga infrastruktur pendukung yang terus berkembang.
Menurutnya, Indonesia telah memiliki laboratorium modern, fasilitas pelayanan yang memenuhi standar Good Manufacturing Practice (GMP), rumah sakit yang menyediakan layanan stem cell, hingga kemampuan memproduksi berbagai kebutuhan terapi secara mandiri.
Keberadaan fasilitas tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk memberikan layanan stem cell dengan standar internasional. Para peneliti dan tenaga medis nasional juga dinilai memiliki kompetensi yang mampu bersaing di tingkat global.
Kongres ini pun dirancang tidak hanya sebagai forum ilmiah, tetapi juga sebagai sarana peningkatan kompetensi bagi para dokter dan tenaga kesehatan yang berkecimpung di bidang regenerative medicine.
Berbagai sesi workshop disiapkan agar peserta dapat memperoleh keterampilan yang dapat diterapkan langsung di tempat praktik masing-masing.
Peluang Indonesia Menjadi Pusat Medical Tourism Asia
Ketua APREMIC 2026, Dr. dr. Cosmos Octavianus Mangunsong, SpM(K), menilai pengobatan regeneratif menjadi salah satu bidang yang sangat penting dalam menjawab tantangan kesehatan masa depan, terutama terkait upaya memperbaiki fungsi organ tubuh manusia.
Selain para dokter dan peneliti, mahasiswa fakultas kesehatan juga diberikan kesempatan untuk berpartisipasi sebagai peserta. Mereka dapat memperluas wawasan mengenai stem cell sekaligus mempresentasikan hasil penelitian melalui kompetisi *Call for Abstract* yang diselenggarakan panitia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga akan mengikuti berbagai workshop yang membahas penggunaan stem cell pada kesehatan mata, terapi eksosom, hingga stromal vascular fraction (SVF).
Sementara itu, Ketua Organizing Committee APREMIC 2026, Sari Pramono, menyebutkan sekitar 200 peserta dari berbagai negara diperkirakan hadir dalam kongres tersebut. Acara akan diawali dengan workshop, dilanjutkan simposium selama dua hari, dan ditutup dengan pelantikan serta inaugurasi.