- tangkapan layar YouTube tvOnenews
Ini Alasan Asap TPA Jatiwaringin Berbahaya untuk Kesehatan: Mata Iritasi sampai Gangguan Pernafasan
Jakarta, tvonenews.com- TPA Jatiwaringin mengalami kebakaran pada 30 Juni 2026. Peristiwa ini mendapat perhatian publik, karena sudah sepekan lebih masih dalam proses pemadaman dan pendinginan.
Dalam proses pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin yang berwilayah di kabupaten Tangerang, Banten itu, muncul sebuah dampak buruk untuk kesehatan. Hal yang harus diwaspadai masyarakat, terlebih warga sekitar.
- YouTube tvOne
TPA yang merupakan singkatan dari tempat pembuangan akhir itu. Secara umum dilihat dalam berbagai media visuai terdapat tumpukkan sampah yang menggunung.
Peringatan Bahaya Asap TPA Jatiwaringin
Praktisi Kesehatan Masyarakat, dr. Ngabila Salama mengatakan kasus kebakaran TPA Jatiwaringin tidak bisa dianggap sepele oleh publik. Pasalnya, ada kandungan berbahaya bisa membahayakan kesehatan.
Kandungan tersebut bersumber dari sampah yang terbakar, dan mengeluarkan asap. Asap inilah yang bisa memicu berbagai gangguan kesehatan.
- tangkapan layar YouTube tvOnenews
"kebakaran tempat pembuAngan sampah itu menghasilkan partikulat halus (PM2.5), karbon monoksida (CO), nitrogen oksida , sulfur dioksida, serta berbagai zat kimia berbahaya," kata dr. Ngabila Salama dalam keterangannya, dikutip Senin (13/7).
"Jika yang terbakar mengandung plastik, karet, atau limbah tertentu, maka asap juga dapat mengandung dioksin, furan, dan senyawa organik volatil yang berisiko bagi kesehatan," sambungnya.
Dampak kesehatan akut yang mengancam masyarakat seperti, gangguan kesehatan mata sampai pernafasan. Ini ditegaskan dr. Ngabila Salama agar bisa menjadi perhatian bersama, terlebih sampai saat ini masih dalam pendinginan.
Lebih lanjut kata dr. Ngabila kalau warga yang sudah lansia dan ibu hamil sampai penderita jantung harus ikut mewaspadai asap TPA Jatiwaringin.
"pada anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit jantung atau paru, paparan dapat menyebabkan kondisi yang lebih berat hingga membutuhkan perawatan di rumah sakit," jelasnya.
"pada paparan jangka panjang terhadap dioksin dan zat toksik tertentu, dapat meningkatkan risiko gangguan hormon, gangguan reproduksi serta beberapa jenis kanker," imbuh dr. Ngabila Salama.
Kendatinya dr. Ngabila menganjurkan agar masyarakat selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Juga banyak minum air agar selalu melembabkan saluran pernafasan.
Sejauh ini, TPA Jatiwaringin telah ditetapkan oleh BNPB dengan label Siaga Kedaruratan Bencana sampai tanggal 14 Juli 2026.