- dok.kolase tvOnenews.com/ youtube KataDokter
Ternyata Ini Bahayanya Minum Alkohol untuk Kesehatan, Ada 2 Penyakit Kronis yang Menanti!
Jakarta, tvonenews.com- Minuman alkohol tengah jadi soroton karena muncul satu merek alkohol yang viral di medsos, bernama Newport.
Beredar video promosi alkohol dengan hafalan ayat al-quran, menuai kecaman dari berbagai pihak, tapi juga perlu dipahami dari sisi kesehatan.
- dok.kolase tvOnenews.com/ @infojawabarat
Apapun merek minuman alkoholnya, secara umum dokter mengatakan kalau minuma keras (Miras) tersebut bisa mengganggu kesehatan bagi yang minum. Apalagi minum alkohol secara berlebihan.
Menurut Dokter Penyakit Dalam subspesialis Konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, bahwa ada dampak buruk alkohol yang menanti. Perlu dipahami dan disadari.
Dampak buruk yang muncul dari alkohol tersebut, bisa menyebabkan kondisi liver seseorang menciut. Kondisi ini, sudah masuk dalam dampak kronis alkohol.
"jadi terus terang, salah satu hal yang bisa, ada dampak kronis dari minum alkohol ini bisa merusak liver. Kita bilang ada kondisi, di mana liver yang mengalami peradangan akibat konsumsi alkohol, maka akan terjadi penciutan liver," jelasnya dikutip dari Youtube KataDokter, Selasa (11/8).
- dok.kolase tvOnenews.com/ youtube KataDokter
Lebih lanjut, kata Prof. Ari minum alkohol bukan hanya merusak liver. Namun juga bisa, merusak saluran pencernaan. Hal ini mungkin jarang dipahami, tetapi sangat berbahaya.
Pasalnya, peradangan liver lalu lanjut penciutan liver dan gangguan saluran pencernaan, sama-sama masuk dampak kronis dari minum alkohol.
lantas, apa gejala awal dari dampak kronis minum alkohol?
Sehubungan dengan dampak kronis minum alkohol ini, disebutkan Prof. Ari banyak kasus tidak diawali dengan gejala yang bisa dipahami.
Artinya, pasien yang datang berobat sudah mengalami sakit. Jika digambarkan kondisinya, pasien ada yang datang sudah dalam keadaan muntah darah.
"gejalanya (parah) muntah darah, biasa kita temukan pada pasien yang muntah darah, karena adanya pembengkakan pembuluh darah, kerongkonan dan lambung yang ternyata kondisi livernya sudah menciut," kata Prof. Ari sebagai Dokter Penyakit Dalam subspesialis Konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi.
"tanda-tanda awalnya kadang tidak dirasakan, karena pasien tahu-tahu sudah sudah muntah darah," sambungnya.