- ANTARA
Waspada Gejala ISPA Ini, Ancaman Nyata di Tengah Kebakaran Hutan di Kalimantan
Jakarta, tvonenews.com- Kebakaran hutan di Kalimantan menjadi perhatian, karena masih dalam tahap pemadaman. Kesehatan masyarakat sekitar pun menjadi terganggu.
Salah satu sakit yang menjadi ancaman nyata ialah infeksi saluran pernapasan akut atau disingkat ISPA. Kebakaran hutan dan lahan yang biasa disebut Karhutla, menjadi perhatian khusus di Indonesia.
Sejauh ini, berdasarkan pemutakhiran Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI) Kementerian Kehutanan (Kemenhut), pemantauan Satelit NASA-MODIS/Terra-Aqua dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence menunjukkan perkembangan hotspot yang dinamis selama 17–19 Agustus 2026.
- ANTARA
Melansir laman Kemenhut, pada 17 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, terdeteksi 93 hotspot berkepercayaan tinggi di Kalimantan Barat, 28 hotspot di Kalimantan Tengah, dan dua hotspot di Kalimantan Selatan. Jumlah keseluruhan di ketiga provinsi tersebut mencapai 123 titik.
Namun secara kumulatif selama 17–19 Agustus 2026, terdeteksi 367 hotspot berkepercayaan tinggi di Kalimantan Barat, 343 hotspot di Kalimantan Tengah, dan 40 hotspot di Kalimantan Selatan. Maka total hotspot berkepercayaan tinggi di ketiga provinsi selama periode tersebut mencapai 750 titik.
Dijelaskan kalau kondisi kebakaran hutan kian parah karena kondisi lahan secara umum merupakan lahan gambut. Kebakaran yang belum padam kian memperparah kondisi udara di Kalimantan. Hingga menimbulkan kabut asap yang bisa menganggu kesehatan warga sekitar.
Menurut data Puskesmas Bukit Hindu menunjukkan 257 kasus ISPA sepanjang 1-18 Agustus 2026, meningkat dibandingkan 192 kasus sepanjang Juli. Secara lebih luas, Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah mencatat 2.052 kasus ISPA di 14 kabupaten/kota pada periode 7-11 Agustus 2026.
Sementara pada 11 Agustus saja tercatat 600 kasus baru dengan sembilan pasien menjalani rawat inap. Palangka Raya menjadi daerah dengan kasus harian tertinggi, yakni 115 kasus. Kondisi udara di Palangka Raya juga sempat masuk kategori berbahaya. Pada 20 Agustus 2026, kabut asap terlihat menyelimuti kota dan mengurangi jarak pandang.
Sejau ini sudah ada 1.795 titik panas yang terdeteksi di Kalimantan Tengah, dengan 281 titik berada di Kota Palangka Raya. Pemerintah daerah mulai menerapkan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak kabut asap.
Dengan begitu, masyarakat perlu ketahui tanda-tanda atau gejala ISPA. Sehingga tidak harus menunggu kondisi parah baru ke Klinik atau Rumah Sakit.