- pexels.polina
5 Penyebab Sulit Tidur atau Insomnia yang Sering Diabaikan, Kenali Kebiasaannya
tvOnenews.com - Sulit tidur atau insomnia bukan sekadar masalah karena belum merasa mengantuk.
Kondisi ini bisa membuat seseorang membutuhkan waktu lama untuk terlelap, sering terbangun di tengah malam, atau justru bangun terlalu pagi dan sulit kembali tidur.
Jika terjadi terus-menerus, kurang tidur dapat mengganggu aktivitas dan menurunkan kualitas hidup.
Ada berbagai hal yang dapat memengaruhi kualitas tidur, mulai dari kondisi kamar, kebiasaan sebelum tidur, konsumsi obat-obatan tertentu, hingga stres dan masalah kesehatan.
Karena itu, penting mengetahui penyebabnya agar kebiasaan yang menjadi pemicu dapat diperbaiki.
Dalam video di kanal YouTube SB30 Health yang diunggah pada 13 September 2017, dr. Sungadi Santoso atau dikenal dengan dr. Sung menjelaskan sejumlah faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan tidur.
Berikut beberapa penyebab sulit tidur atau insomnia yang perlu diperhatikan.
- Freepik/jcomp
1. Kondisi lingkungan dan kebiasaan sebelum tidur
Lingkungan kamar memiliki peran penting dalam menciptakan tidur yang nyaman. Kamar yang berantakan, kotor, terlalu terang, atau tidak mendukung suasana tenang dapat membuat tubuh dan pikiran lebih sulit rileks.
Selain kondisi kamar, penggunaan ponsel menjelang waktu tidur juga perlu diperhatikan. Kebiasaan bermain HP dapat membuat seseorang terus terstimulasi dan menunda waktu tidur.
Untuk membantu tubuh bersiap beristirahat, penggunaan ponsel sebaiknya dikurangi menjelang tidur. Sebagai alternatif, waktu sebelum tidur dapat digunakan untuk melakukan aktivitas yang lebih menenangkan.
Pencahayaan kamar juga menjadi faktor yang tidak kalah penting. Kamar yang terlalu terang dapat mengganggu suasana tidur. Karena itu, sebagian orang mungkin merasa lebih nyaman tidur dalam kondisi gelap atau menggunakan lampu tidur dengan cahaya redup.
Televisi yang terus menyala saat tidur juga sebaiknya dihindari. Tayangan yang terlalu merangsang, terutama yang mengandung kekerasan atau berita yang membuat cemas, dapat membuat pikiran tetap aktif.
2. Penggunaan obat-obatan tertentu
Kesulitan tidur juga dapat berkaitan dengan obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat yang digunakan untuk menangani kondisi kesehatan tertentu berpotensi memengaruhi pola tidur pada sebagian orang.
Karena itu, apabila insomnia muncul setelah mulai mengonsumsi obat tertentu, jangan langsung menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Dokter dapat membantu mengevaluasi apakah obat tersebut berhubungan dengan gangguan tidur dan menentukan langkah yang tepat.
Selain pengobatan, menjaga pola hidup sehat seperti rutin beraktivitas fisik, mengonsumsi makanan bergizi, dan memiliki jadwal tidur yang teratur juga dapat membantu menjaga kualitas tidur.
3. Pola hidup yang kurang sehat
Kebiasaan sehari-hari sering kali menjadi salah satu penyebab seseorang sulit mendapatkan tidur berkualitas.
Salah satunya adalah kebiasaan tidur terlalu larut atau begadang. Pola tidur yang tidak teratur dapat membuat tubuh kesulitan mempertahankan jadwal tidur dan bangun yang konsisten.
Kebiasaan makan terlalu dekat dengan waktu tidur juga perlu diperhatikan. Makan dalam jumlah banyak sebelum berbaring dapat membuat perut terasa penuh dan tidak nyaman.
Pada sebagian orang, kondisi tersebut juga dapat memperburuk keluhan seperti heartburn atau gejala GERD.
Selain itu, konsumsi kafein menjelang malam juga dapat membuat seseorang lebih sulit mengantuk. Kafein merupakan stimulan yang dapat membuat tubuh tetap waspada sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, terutama bagi orang yang sensitif terhadap kafein.
Merokok juga dapat menjadi kebiasaan yang mengganggu tidur. Nikotin memiliki efek stimulan yang dapat membuat tubuh tetap terjaga. Karena itu, menghindari rokok terutama menjelang waktu tidur dapat menjadi salah satu langkah untuk memperbaiki kebiasaan tidur.
4. Stres dan pikiran yang terus aktif
Stres menjadi salah satu faktor yang sering membuat seseorang sulit memejamkan mata pada malam hari.
Ketika sedang menghadapi masalah pekerjaan, keluarga, keuangan, atau persoalan lainnya, pikiran dapat terus bekerja meskipun tubuh sudah berada di tempat tidur. Akibatnya, seseorang membutuhkan waktu lebih lama untuk merasa rileks dan akhirnya tertidur.
Manajemen stres menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas tidur. Beberapa aktivitas sederhana seperti melakukan relaksasi, membaca buku, mengatur jadwal aktivitas, atau melakukan kegiatan yang membuat tubuh lebih tenang dapat membantu mempersiapkan diri sebelum tidur.
Jika stres atau kecemasan terasa berat dan terus mengganggu kehidupan sehari-hari, sebaiknya pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional.
5. Masalah kesehatan tertentu
Insomnia juga dapat muncul sebagai dampak dari kondisi kesehatan tertentu. Rasa sakit yang berlangsung lama, misalnya akibat penyakit kronis atau cedera, dapat membuat seseorang kesulitan mendapatkan posisi tidur yang nyaman.
Gangguan pernapasan juga dapat mengganggu tidur, terutama jika gejalanya memburuk pada malam hari. Selain itu, sejumlah kondisi medis lain seperti gangguan jantung, masalah persendian, gangguan hormonal, diabetes, dan stroke juga dapat berkaitan dengan gangguan tidur.
Oleh sebab itu, sulit tidur yang berlangsung terus-menerus sebaiknya tidak hanya diatasi dengan mengubah kebiasaan tidur. Penyebab yang mendasarinya juga perlu diperhatikan.
Jangan Abaikan Insomnia yang Berlangsung Terus-Menerus
Sesekali mengalami sulit tidur merupakan hal yang dapat terjadi pada banyak orang. Namun, jika masalah tidur berlangsung terus-menerus, sering kambuh, atau mulai mengganggu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut sebaiknya mendapat perhatian.
Mulailah dengan mengevaluasi kebiasaan sebelum tidur, kondisi kamar, pola konsumsi kafein dan rokok, jadwal tidur, serta tingkat stres. Jika keluhan tidak membaik atau disertai gejala kesehatan lainnya, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui kemungkinan penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Dengan mengenali pemicunya sejak awal, kebiasaan tidur dapat diperbaiki dan waktu istirahat pun diharapkan menjadi lebih berkualitas. (gwn)