news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Flu Singapura pada Anak.
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com / Youtube Primaya Hospital

Anak Terpapar Abu Vulkanik? Ini 3 Gangguan Kesehatan yang Wajib Diwaspadai

sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, sudah diinformasikan BMKG yang erupsi sejak Jumat malam 4 September 2026 tercatat sudah sampai ke sebagian wilayah Jakarta.
Minggu, 6 September 2026 - 15:23 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com- Erupsi gunung anak krakatau tengah jadi perhatian masyarakat. Sebab abu vulkaniknya sudah menyebar ke berbagai daerah. 

Salah satu wilayah yang merasakan abu vulkanik ialah Lampung, Banten dan Jakarta. Lantas, apa dampak nyata abu vulkanik pada anak? simak di bawah ini.

Abu vulkanik saat di udara biasanya ukurannya sangat kecil, kurang dari 2µm dan dapat menghasilkan materi padat atau gas yang berbahaya seperti CO (karbon monoksida), SO2 (sulfur dioksida), H2S (hidrogen sulfida), metana dan lainnya. 

Secara umum abu vulkanik yang bersifat iritan dan korosif dapat menyebabkan masalah kesehatan khususnya menyebabkan pada kulit, mata, otot dan saluran napas.

Kasus ISPA
Sumber :
  • Antara

3 Gangguan Kesehatan Pada Anak Terpapar Abu Vulkanik

Setiap orang tua perlu tahu, jika anak lebih sensitif dibandingkan orang dewasa kalau terpapar abu vulkanik. Hingga memunculkan gangguan kesehatan. 

Mengapa? karena anak kecil menghirup jumlah udara yang terpolusi oleh abu yang lebih besar jumlahnya. 

1. Kesehatan kulit

Merangkum laman ikatan dokter anak Indonesia (IDAI) kalau material vulkanik yang bersifat asam dan mengenai kulit tubuh anak dapat menyebabkan gatal-gatal, iritasi, dan infeksi. 

Sehingga iritasi pada kulit bisa juga diakibatkan oleh perubahan kualitas air yang sudah tercemar abu vulkanik yang bersifat asam.

Ilustrasi Abu Vulkanik Anak Krakatau
Sumber :
  • ANTARA

2. Kesehatan mata

Gangguan kesehatan kedua adalah kesehatan mata. Debu vulkanik memiliki sudut kristal yang meruncing atau tajam, sehingga dapat menggores dan menyebabkan iritasi. 

Selain berbahaya jika terhirup, debu tersebut juga dapat menyebakan gangguan pada mata. Maka menyebabkan iritasi berupa mata merah dan gatal serta berair, debu vulkanik juga dapat merusak lapisan kornea pada mata.

3. Kesehatan saluran napas

Gangguan kesehatan ketiga, material debu yang masuk melalui saluran pernafasan bisa menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan hingga terjadi infeksi, yang dikenal dengan istilah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut).

Berikut ini gejala pernapasan akut yang sering muncul pada anak, antara lain:

-Keluhan bersin, pilek, beringus, dan sakit tenggorokan.

-Batuk kering, batuk dahak, mengi (napas berbunyi ngik-ngik)

-Sakit dada atau sesak napas

-Sakit kepala

"Gangguan tersebut akan lebih berat bila terkena pada anak yang sebelumnya mempunyai riwayat alergi saluran napas, bronkitis atau asma serta anak dengan penyakit jantung bawaan maupun anak yang telah memiliki kelainan paru-paru," keterangan dalam laman IDAI.(klw)

 

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:57
02:03
05:04
05:34
01:25
04:56

Viral