- Edited by ChatGPT
Jangan Asal Pilih, Ini Spesifikasi Masker yang Tepat untuk Lindungi Diri dari Abu Vulkanik Anak Krakatau
tvOnenews.com - Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menjadi perhatian setelah gunung api tersebut mengalami episode erupsi menerus selama sekitar 25 jam.
Berdasarkan laporan terbaru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), episode erupsi dimulai pada Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan berakhir pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.
Meski episode erupsi menerus telah berakhir, PVMBG memastikan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Bahkan, setelah episode tersebut berakhir, masih tercatat satu erupsi susulan bertipe Strombolian pada pukul 03.53 WIB dengan durasi sekitar 30 detik.
- Ilustrasi AI/ChatGPT
PVMBG juga menyebut potensi letusan susulan masih tergolong tinggi, dengan potensi bahaya berupa lontaran batu pijar dan hujan abu lebat.
Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Kondisi tersebut membuat perlindungan saluran pernapasan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah yang terdampak abu vulkanik.
Untuk menghadapi paparan abu vulkanik, jenis perlindungan yang direkomendasikan bukan sekadar masker kain atau masker medis biasa.
- pixabay
CDC merekomendasikan penggunaan respirator N95 yang telah mendapatkan persetujuan NIOSH untuk melindungi paru-paru dari abu vulkanik.
N95 merupakan respirator partikulat yang dirancang untuk menyaring partikel di udara.
Karena abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan pernapasan, penggunaan respirator yang tepat menjadi penting apabila seseorang harus berada di luar ruangan ketika terdapat paparan abu.
Perhatikan Spesifikasinya
Masker atau respirator yang digunakan sebaiknya memiliki label NIOSH Approved serta nomor persetujuan yang dapat diverifikasi.
- Edited by ChatGPT
Selain kemampuan filtrasi, bentuk dan ukuran respirator juga harus sesuai dengan wajah penggunanya.
Hal yang tidak kalah penting adalah fit atau kerapatan masker. Respirator yang memiliki kemampuan filtrasi tinggi tetapi tidak menutup wajah dengan baik tetap dapat mengurangi perlindungan karena udara berpotensi masuk melalui celah di sekitar masker.
CDC juga menekankan agar N95 terpasang rapat pada wajah ketika seseorang harus berada di luar ruangan atau melakukan pembersihan abu.