- iStock Photo
Mengenal Lebih Jauh Gangguan Bipolar, Gejala Awal yang Perlu Diwaspadai hingga Tips bagi Penyintas
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak terburu-buru memberikan label bipolar kepada diri sendiri maupun orang lain.
Kementerian Kesehatan mengingatkan mengenai risiko melakukan self-diagnosis, terutama hanya berdasarkan informasi yang ditemukan di internet atau media sosial.
Bipolar Dapat Dikelola dengan Penanganan yang Tepat
Gangguan bipolar membutuhkan perhatian dan penanganan yang berkelanjutan. NIMH menyebut perawatan dapat dilakukan melalui penggunaan obat-obatan, psikoterapi, atau kombinasi keduanya, tergantung kondisi masing-masing individu.
Obat yang diberikan dokter dapat membantu mengendalikan gejala tertentu, termasuk perubahan suasana hati.
Sementara psikoterapi dapat membantu seseorang memahami kondisi yang dialaminya, mengenali pola gejala, serta membangun strategi untuk menghadapi berbagai situasi yang berpotensi memicu masalah.
Pengobatan tidak seharusnya dihentikan atau dosisnya diubah secara mandiri. Jika muncul keluhan atau efek samping, penyintas sebaiknya menyampaikannya kepada dokter agar rencana perawatan dapat dievaluasi.
Tips bagi Penyintas Gangguan Bipolar
Penyintas dapat melakukan sejumlah langkah untuk membantu menjaga kondisi tetap stabil.
Salah satunya adalah mematuhi jadwal konsultasi dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan. Pemeriksaan secara rutin memungkinkan perubahan kondisi diketahui lebih awal.
Menjaga pola tidur dan rutinitas harian juga penting. Penyintas dapat berusaha memiliki waktu tidur yang teratur, menjaga aktivitas sehari-hari, serta memperhatikan perubahan energi dan suasana hati.
Membuat catatan sederhana mengenai perubahan mood, pola tidur, atau perilaku juga dapat membantu. Informasi tersebut bisa dibawa saat berkonsultasi sehingga tenaga profesional memiliki gambaran mengenai perkembangan kondisi.
Selain perawatan medis, dukungan orang-orang terdekat juga tidak kalah penting. Keluarga atau sahabat dapat membantu dengan memberikan ruang untuk bercerita tanpa menghakimi dan mendorong penyintas mencari bantuan ketika membutuhkan.
Penyintas juga perlu mengenali tanda-tanda ketika kondisi mulai berubah. Jika merasa gejala semakin sulit dikendalikan, jangan menunggu sampai keadaan menjadi lebih berat untuk mencari pertolongan.
Apabila muncul pikiran untuk menyakiti diri atau mengakhiri hidup, seseorang perlu segera mencari bantuan dari orang yang dipercaya dan tenaga profesional atau fasilitas kesehatan terdekat. (asl)