news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

ilustrasi: bipolar.
Sumber :
  • iStock Photo

Mengenal Lebih Jauh Gangguan Bipolar, Gejala Awal yang Perlu Diwaspadai hingga Tips bagi Penyintas

Gangguan bipolar merupakan salah satu kondisi kesehatan mental yang masih sering keliru dipahami masyarakat. Kenali gejala, penyebab dan tips bagi penyintas.
Selasa, 8 September 2026 - 18:17 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Gangguan bipolar merupakan salah satu kondisi kesehatan mental yang masih sering keliru dipahami masyarakat.

Perubahan suasana hati yang terjadi pada seseorang tidak serta-merta menunjukkan bahwa orang tersebut mengalami bipolar.

Kondisi ini memiliki karakteristik tertentu dan dapat memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan penderitanya.

Bipolar disorder
Sumber :
  • Freepik

Menurut informasi dari Kementerian Kesehatan RI, gangguan bipolar berkaitan dengan perubahan suasana hati yang cukup ekstrem.

Seseorang dapat mengalami periode ketika energi dan aktivitasnya meningkat secara signifikan, kemudian berada pada fase depresi dengan penurunan energi dan suasana hati.

Kondisi tersebut dapat berlangsung dalam periode tertentu dan memengaruhi kemampuan seseorang menjalani aktivitas sehari-hari.

Mengenal Lebih Jauh Tentang Gangguan Bipolar

National Institute of Mental Health (NIMH) menjelaskan bahwa bipolar merupakan gangguan suasana hati yang dapat menyebabkan perubahan pada tingkat energi, aktivitas, konsentrasi, tidur, serta kemampuan menjalankan kegiatan sehari-hari.

Ada dua kondisi yang umum dibahas dalam gangguan bipolar, yakni mania atau hipomania dan depresi.

Ketika mengalami mania, seseorang bisa memiliki energi yang sangat tinggi, tidur lebih sedikit, berbicara lebih banyak, merasa sangat percaya diri, mempunyai banyak gagasan, atau mengambil keputusan secara impulsif.

Sementara itu, ketika memasuki episode depresi, kondisi yang muncul dapat berbanding terbalik.

Seseorang mungkin merasa sedih dalam waktu yang berkepanjangan, kehilangan ketertarikan terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, mudah lelah, mengalami perubahan pola tidur atau nafsu makan, hingga kesulitan berkonsentrasi.

Bipolar juga memiliki beberapa tipe. Bipolar I ditandai dengan episode mania yang berat, sedangkan bipolar II melibatkan episode depresi mayor dan hipomania. Karena gejalanya dapat berbeda antara satu orang dan lainnya, diagnosis tidak cukup dilakukan hanya dengan mengamati perubahan mood dalam waktu singkat.

Faktor yang Dapat Berperan

Sampai saat ini, penyebab tunggal gangguan bipolar belum diketahui secara pasti. NIMH menyebut sejumlah faktor biologis, genetik, dan lingkungan sedang diteliti karena dapat berkontribusi terhadap risiko seseorang mengalami kondisi tersebut.

Riwayat keluarga dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan risiko bipolar. Meski demikian, memiliki anggota keluarga dengan bipolar bukan berarti seseorang pasti akan mengalami gangguan yang sama.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak terburu-buru memberikan label bipolar kepada diri sendiri maupun orang lain.

Kementerian Kesehatan mengingatkan mengenai risiko melakukan self-diagnosis, terutama hanya berdasarkan informasi yang ditemukan di internet atau media sosial.

Bipolar Dapat Dikelola dengan Penanganan yang Tepat

Gangguan bipolar membutuhkan perhatian dan penanganan yang berkelanjutan. NIMH menyebut perawatan dapat dilakukan melalui penggunaan obat-obatan, psikoterapi, atau kombinasi keduanya, tergantung kondisi masing-masing individu.

Obat yang diberikan dokter dapat membantu mengendalikan gejala tertentu, termasuk perubahan suasana hati.

Sementara psikoterapi dapat membantu seseorang memahami kondisi yang dialaminya, mengenali pola gejala, serta membangun strategi untuk menghadapi berbagai situasi yang berpotensi memicu masalah.

Pengobatan tidak seharusnya dihentikan atau dosisnya diubah secara mandiri. Jika muncul keluhan atau efek samping, penyintas sebaiknya menyampaikannya kepada dokter agar rencana perawatan dapat dievaluasi.

Tips bagi Penyintas Gangguan Bipolar

Penyintas dapat melakukan sejumlah langkah untuk membantu menjaga kondisi tetap stabil.

Salah satunya adalah mematuhi jadwal konsultasi dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan. Pemeriksaan secara rutin memungkinkan perubahan kondisi diketahui lebih awal.

Menjaga pola tidur dan rutinitas harian juga penting. Penyintas dapat berusaha memiliki waktu tidur yang teratur, menjaga aktivitas sehari-hari, serta memperhatikan perubahan energi dan suasana hati.

Membuat catatan sederhana mengenai perubahan mood, pola tidur, atau perilaku juga dapat membantu. Informasi tersebut bisa dibawa saat berkonsultasi sehingga tenaga profesional memiliki gambaran mengenai perkembangan kondisi.

Selain perawatan medis, dukungan orang-orang terdekat juga tidak kalah penting. Keluarga atau sahabat dapat membantu dengan memberikan ruang untuk bercerita tanpa menghakimi dan mendorong penyintas mencari bantuan ketika membutuhkan.

Penyintas juga perlu mengenali tanda-tanda ketika kondisi mulai berubah. Jika merasa gejala semakin sulit dikendalikan, jangan menunggu sampai keadaan menjadi lebih berat untuk mencari pertolongan.

Apabila muncul pikiran untuk menyakiti diri atau mengakhiri hidup, seseorang perlu segera mencari bantuan dari orang yang dipercaya dan tenaga profesional atau fasilitas kesehatan terdekat. (asl)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:03
05:19
01:23
01:28
20:49
05:57

Viral