- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Tak Lagi Hanya Soal Mengobati, Mengapa Healthy Aging dan Pain Management Jadi Fokus Baru Rumah Sakit?
tvOnenews.com - Bertambahnya usia harapan hidup membawa tantangan baru bagi dunia kesehatan. Hidup lebih lama tidak selalu berarti seseorang dapat menikmati masa tua dengan tubuh yang tetap aktif dan mandiri.
Karena itu, perhatian dunia kesehatan perlahan bergeser dari sekadar mengobati penyakit menjadi bagaimana seseorang dapat mempertahankan kemampuan bergerak, beraktivitas, dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan kualitas hidup yang baik.
Perubahan tersebut semakin penting karena populasi dunia terus menua. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan pada 2030, satu dari enam orang di dunia akan berusia 60 tahun atau lebih.
Jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas diperkirakan meningkat dari 1 miliar pada 2020 menjadi 1,4 miliar pada 2030 dan mencapai 2,1 miliar pada 2050. Kondisi ini membuat sistem kesehatan di berbagai negara perlu mempersiapkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga pencegahan dan pemeliharaan kemampuan fungsional seseorang.
Jepang menjadi salah satu contoh negara maju yang lebih dahulu menghadapi perubahan demografi tersebut. Pemerintah Jepang mengembangkan pendekatan yang menggabungkan pelayanan kesehatan lansia dengan upaya pencegahan agar masyarakat dapat mempertahankan kemandirian selama mungkin.
Di sisi lain, persoalan nyeri dan gangguan mobilitas juga menjadi tantangan besar. WHO memperkirakan sekitar 1,71 miliar orang di dunia hidup dengan kondisi muskuloskeletal. Nyeri punggung bawah bahkan menjadi salah satu penyebab terbesar disabilitas secara global, dengan sekitar 619 juta orang mengalaminya pada 2020 dan jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 843 juta pada 2050.
Healthy Aging Bukan Sekadar Menambah Usia
Dalam dunia kesehatan modern, Healthy Aging tidak hanya berarti seseorang dapat mencapai usia lanjut tanpa penyakit. Konsep ini lebih luas, yakni bagaimana seseorang tetap memiliki kemampuan untuk menjalankan aktivitas yang bermakna dan mempertahankan kemandirian sepanjang hidupnya.
WHO mendefinisikan healthy ageing sebagai proses mengembangkan dan mempertahankan kemampuan fungsional yang memungkinkan seseorang tetap memiliki kesejahteraan pada usia lanjut. Karena itu, pencegahan, aktivitas fisik, nutrisi, kesehatan mental, pemeriksaan berkala, dan pengelolaan faktor risiko menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan seiring bertambahnya usia.
Jepang menjadi salah satu contoh bagaimana pendekatan tersebut mulai diterapkan dalam sistem kesehatan. Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang atau MHLW mendorong integrasi layanan kesehatan lansia dengan upaya pencegahan kebutuhan perawatan jangka panjang. Pendekatan ini diarahkan untuk membantu masyarakat tetap hidup mandiri selama mungkin.